(Pilkada Ciamis) Di TPS Ketua Golkar, SAJIWA Kalah Telak

22/09/2013 0 Comments
(Pilkada Ciamis) Di TPS Ketua Golkar, SAJIWA Kalah Telak

Bupati Ciamis  yang juga Ketua DPD Partai Golkar Ciamis, Engkon Komara, menyalurkan hak pilihnya Di TPS 12, di Lingkungan Kelurahan Ciamis, tepatnya di Gedung Puspita Ciamis, Minggu (22/9). Foto: Eli Suherli/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Di TPS 12, di Lingkungan Kelurahan Ciamis, tepatnya di Gedung Puspita Ciamis, Bupati Ciamis  yang juga Ketua DPD Partai Golkar Ciamis, Engkon Komara, menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada Ciamis. Tapi sayang, di TPS tersebut, perolehan suara pasangan Calon No Urut 1, Iing-Jeje (SAJIWA) yang diusung Partai Golkar, PDIP dan PPP, kalah telak oleh Paslon No Urut 2, Bagus-Akasah (BERKAH) yang diusung Partai Demokrat.

Menurut data yang diperoleh HR, Paslon No 1 mendapatkan 49 suara, sedangkan Paslon No 2 158 suara. Kemudian, Paslon No 3 14 suara, dan Paslon No 4 7 suara. Suara tidak sah 20 surat suara dari total hak pilih 248 orang.

Kekalahan Paslon No Urut 1 di TPS 12, dimana Engkon juga sebagai Ketua DPD Golkar Ciamis, sebenarnya tidak mengejutkan. Karena Engkon dari jauh-jauh hari telah menyatakan tidak akan mendukung paslon yang diusung Partai Golkar tersebut. Hal itu menyusul adanya perpecahan di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sementara itu, usai melakukan pencoblosan, Engkon mengungkapkan, Pilkada merupakan jembatan untuk memilih calon pemimpin terbaik. Pilkada Ciamis kali ini juga merupakan ajang untuk mencari pemimpin pengganti dirinya.

“Dengan memberikan hak suara dalam Pilkada ini, kita bisa memilih siapa calon yang pantas sebagai pemimpin Ciamis kedepan. Dan dari empat paslon yang ada, silahkan masyarakat memilih,” ungkapnya, Minggu (22/9).

Engkon menuturkan, siapapun nanti yang memenangkan Pilkada Ciamis, pasangan itu adalah calon terbaik sebagai pemimpin Ciamis. Tentu hasilnya juga pilihan masyarakat Ciamis yang ingin memberikan perubahan.

Lebih lanjut, Engkon meyakini, di Pilkada Ciamis kali ini tidak akan terjadi dua putaran. Alasannya, karena jika dihitung jumlah pemilih dibagi empat pasangan calon, sangat tidak mungkin terjadi Pilkada dua putaran. (es/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!