Sejak Senin, Pedagang Tahu Tempe di Cijulang Sudah Mogok

10/09/2013 0 Comments
Sejak Senin, Pedagang Tahu Tempe di Cijulang Sudah Mogok

Sejumlah pedagang tahu dan tempe di Pasar Tradisional Cijulang, Kabupaten Pangandaran, sejak hari Senin (8/9) sudah tidak berjualan. Tampak di sejumlah lapak kosong. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Cijulang, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mengaku resah dengan hilangnya tahu dan tempe di pasaran. Karena seluruh pedagang tahu tempe di Pasar Tradisonal Cijulang tidak berjualan. Bahkan, mereka tidak berjualan sejak hari Senin (8/9).

Dari pantauan HR, sejumlah lapak tahu dan tempe di Pasar Tradisional Cijulang terlihat kosong dan sepi. Hal itu dilakukan oleh sejumlah pedagang menyusul adanya intruksi mogok masal pedagang tahu tempe seluruh Indonesia, selama 3 hari  ke depan, mulai tanggal 9 hingga 11 September.

Sementara  itu, industri rumahan tahu tempe milik Irfan, di Dusun Cinagka, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, sejak Minggu (7/9), sudah tidak melakukan produksi. Hal itu diakibatkan harga bahan baku kedelai semakin meroket dan sulit didapat.

“Selain berhenti berproduksi, para pegawai pun untuk sementara kita liburkan, menunggu adanya kepastian harga kedelai,” kata Irfan, kepada HR, Senin (9/9).

Menurut Irfan, jika harga kedelai tidak bisa juga dikendalikan oleh pemerintah dan tetap  saja mahal, maka dia akan melakukan koordinasi dengan pihak paguyuban pengrajin dan pedagang tahu tempe Cijulang untuk membicarakan langkah ke depannya.

“Kemungkinan harga tahu dan tempe akan naik harganya dan ukurannya pun kemungkinan akan diperkecil. Semuanya tergantung kesepakatan paguyuban,“ pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply