Tokoh Spiritual: Pemekaran Pangandaran adalah Padjadjaran Baru Babak Kedua

06/09/2013 0 Comments
Tokoh Spiritual: Pemekaran Pangandaran adalah Padjadjaran Baru Babak Kedua

Foto Ilustrasi (Pangandaran tampak dari atas)

Cijulang, (harapanrakyat.com),-

Pasca dimekarkannya 10 kecamatan yang kini masuk wilayah Kabupaten Pangandaran, sebagian kalangan menyakini Pangandaran sebagai Padjadjaran Baru babak kedua.

Hal itu dikatakan tokoh spiritual asal Bogor, Raden Witra Danuarta, saat dijumpai HR, usai melaksanakan ziarah ke makam keramat Sembah Agung, di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (3/9).

“Sejarah mencatat bahwa di Jawa Barat, dulu disebut Padjadjaran, pernah terjadi penyerahan daerah yang tanggalnya sama dengan peresmian Kabupaten Pangandaran. Dahulu, pasca terjadinya perang bubat, Padjadjaran mengalami keterpurukan. Untuk mengatasi keterpurukan itu, pada tahun 1579, tepatnya tanggal 22 April, Padjadjaran pernah menyerahkan sebagian kecil wilayah dari Prabu Raga Mulya Surya Kencana kepada Prabu Geusan Ulun yang waktu itu menjadi Nalendra di kerajaan Sumedang Larang,” tutur Witra.

Bila dimaknai, kata dia, secara historis pemekaran Kabupaten Pangandaran mempunyai kesamaan tanggal dan bulan dengan penyerahan wilayah yang pernah terjadi beberapa ratus tahun silam. Selain dari tanggal yang sama, juga pada waktu itu Prabu Geusan Ulun merupakan orang Sumedang.

Witra mengatakan, penyerahan beberapa wilayah tersebut tersohor dengan sebutan Mapag Padjadjaran Anyar. Maka jangan heran jika pemekaran Kabupaten Pangandaran ada yang menyebutkan Padjadjaran Anyar babak ke dua, karena Pj. Bupati Pangandaran juga secara kebetulan orang asli Sumedang.

Pendapat tersebut ditanggapi oleh salah seorang kasepuhan di Kecamatan Parigi yang namanya enggan dikorankan. Dia mengatakan, Padjadjaran Anyar babak ke dua ini diharapkan sebagai makna dari Sukapura Ngadayeuh Ngora.

“Dalam sejarah tercatat bahwa daerah pakidulan, tepatnya yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Pangandaran, mempunyai arti dan makna sejarah yang sampai saat ini belum tergali. Kenapa ada istilah Cijulang ngadeg sorangan, dan Parigi ngajadi, itu merupakan makna dari harapan Sukapura Ngadayeuh Ngora,” katanya. (Syam/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply