Tugu Batas Banjar Dipercantik, Dongkrak Perekonomian Warga Perbatasan

Tugu Batas Banjar Dipercantik, Dongkrak Perekonomian Warga Perbatasan

Para pekerja tengah mengerjakan pembangunan infrastruktur kota di kawasan tugu perbatasan yang ada di wilayah Desa Situbatu, Kec/Kota Banjar. Dengan adanya penambahan daya dukung infrastruktur diharapkan mampu mendongkrak ekonomi keratif masyarakat sekitar. Foto: Eva Lativah/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Penataan dan penambahan daya dukung infrastruktur di kawasan tugu batas kota yang saat ini sedang dilakukan di wilayah Desa Situbatu, Kec/Kota Banjar, diharapkan akan mampu mendongkrak perekonomi masyarakat sekitar dalam bidang ekonomi kreatif.

Hal itu dikatakan Kabid. Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Dinas Ciptakarya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, Asno Sytarno, SP, MP., kepada HR, Selasa pekan lalu.

Asno menyebutkan, bahwa Kota Banjar ini terletak pada daerah segitiga emas, sehingga ada beberapa daerah penyangga atau hinterland yang harus di push sedemikian rupa, agar dapat dijadikan sebagai magnet center yang mampu menjadi daya tarik orang untuk beraktifitas pada daerah tersebut.

“Apabila menjadi magnet center, maka otomatis akan membangkitkan perekonomian masyarakat di kawasan taman perbatasan, yaitu dengan bermunculannya ekonomi kreatif masyarakat melalui usaha warungan. Apalagi taman tugu batas kota ini berada di jalur alternatif. Pada saat musim arus mudik maupun balik Lebaran, atau hari libur sekolah, jalan jalur ini banyak dilalui kendaraan dari luar daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut Asno mengatakan, dana yang digunakan untuk penambahan infrastruktur kota di kawasan tugu perbatasan itu merupakan bantuan dari Pemprov Jabar tahun 2013. Dimana Pemrov Jabar ingin menambah daya dukung infrastruktur perbatasan supaya terlihat lebih cantik, disamping mewujudkan ciri khas masuk ke wilayah Kota Banjar.

Adapun bentuk fisik taman di kawasan tugu perbatasan tersebut sengaja disamakan dengan taman-taman yang ada di bantaran Sungai Citanduy. Hal itu sebagai ciri khas taman di Kota Banjar.

“Penataan ruang di perbatasan itu harus tegas serta mempunyai ciri khas, dan tidak hanya jadi simbol perbatasan wilayah atau daerah saja, tetapi harus bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar. Bila dilihat dari segi sosial, masyarakat akan lebih sering bersilaturahmi di lahan tersebut,” kata Asno.

Upaya pemerintah untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sebagai pemacu IPM, tentu harus didukung pula oleh peran serta masyarakatnya. Sebab, tuntutan kreatifitas dalam menggerakan roda-roda pembangunan tidak hanya pada fisikly, akan tetapi marketly yang konsisten terhadap pembangunan di Kota Banjar.

Sebab, keterlibatan sektor swasta sebagai dukungan terhadap roda-roda usaha, serta kemandirian masyarakat lebih utama. Untuk itu, penataan ruang di wilayah perbatasan menjadi sesuatu hal yang mutlak perlu dilaksanakan di Kota Banjar.

Asno menambahkan, apabila wilayah tersebut memiliki daya tarik, maka Banjar tidak hanya jadi kota perlintasan saja. Dengan dibangunnya taman di tugu batas kota serta fasilitas rest area yang representatif dilengkapi sarana kulinernya, maka siapapun yang melintas akan terkesan. Sehingga timbul keinginan mereka untuk singgah melepas lelah, dan menikmati makanan/minuman yang tersedia di kawasan tersebut. (Eva/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles