4 Bangunan di Depan Stadion Galuh Ciamis Diratakan Buldozer

18/10/2013 0 Comments
4 Bangunan di Depan Stadion Galuh Ciamis Diratakan Buldozer

Sejumlah alat berat saat meretakan empat bangunan yang akan dibangun lahan parkir kendaraan untuk menampung kendaraan tim tamu saat PSGC Ciamis menggelar laga kandang, di Stadion Galuh Ciamis. Foto: Dicky Heryanto Ajid/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemkab Ciamis saat ini tengah meratakan empat bangunan di seberang Stadion Galuh Ciamis, tepatnya di wilayah Pakuncen, RT 06/RW 01, Lingkungan Desa Kolot, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Alasan Pemkab, lahan seluas 1383,7m persegi tersebut akan digunakan untuk menampung parkir kendaraan saat tim kesebelasan PSGC menjamu tim tamu di Kompetisi Divisi Utama 2013/2014 ini. Selain itu, direncanakan tim ‘Laskar Galuh’ pun akan menggelar turnamen pra musim yang diantaranya akan mengundang klub ISL (Indonesia Super Liga).

Keempat bangunan yang ditempati warga belasan tahun tersebut, terdiri dari tiga bangunan warung dan satu bengkel motor. Adapun satu bangunan rumah lainnya, harus kehilangan areal tamannya, karena akan diratakan juga untuk pembangunan lahan parkir dan kios Stadion Galuh tersebut.

“Status lahan ini lahan milik Pemkab dan mereka tidak bayar sewa selama ini, hanya menempati saja. Jadi tidak ada masalah dengan penggusuran bangunan tersebut,” ungkap Kepala Bidang Pemukiman dan Perumahan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Ciamis, R. Dodi Suparto, kepada awak media, Kamis (17/10).

Dodi mengatakan, dengan dibangunnya lahan parkir dan kios tersebut, saat pertandingan PSGC yang dihelat di Stadion Galuh, akan memberikan kenyamanan pada tim tamu dan  juga penonton. “Meminimalisir parkir di badan jalan, selain untuk menumbuhkan usaha juga saat pertandingan,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua RT 06/ RW 01, yang juga bernama Dodi, membenarkan rencana pembangunan lahan tersebut. “Gimana lagi itukan sudah rencana pemerintah, dan itu memang lahan Pemkab,” ucap Dodi .

Ditanya soal isu yang beredar bahwa warganya yang terkena “penggusuran Buldozer” meminta kompensasi, Dodi mengatakan pihaknya menyerahkan permasalahan tersebut kepada Pemkab Ciamis. “Memang besarannya variatif, tapi kami serahkan semuanya kepada Pemkab,” pungkasnya. (DK/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!