4 Juta Ton Per Tahun, Bahan Baku Semen Bisa “Dikeruk” di Padaherang

18/10/2013 1 Comment
4 Juta Ton Per Tahun, Bahan Baku Semen Bisa “Dikeruk” di Padaherang

Jajaran PT Cham One Indonesia saat menggelar pertemuan dengan perwakilan warga Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, di Aula kantor Kecamatan Padaherang, Kamis (17/10). Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

PT Cham One Indonesia sudah memiliki rencana mambangun pabrik semen di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, sejak 2 tahun lalu. Informasi awal mengenai adanya potensi tambang untuk bahan baku semen di Kecamatan Padaherang, berawal dari tawaran yang diajukan oleh Pemkab Ciamis kala itu.

Hal itu terungkap saat PT Cham One Indonesia Coorporate menggelar pertemuan dengan perwakilan warga Desa Karangsari, di Aula kantor Kecamatan Padaherang, Kamis (17/10). Menurut Pimpinan Proyek PT Cham One Indonesia, Yudianto,  setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penelitian ke Padaherang. Ternyata informasi itu benar, bahwa di Desa Pasirgeulis, Karangmulya dan Kedungwuluh terdapat kandungan bahan baku semen yang sangat melimpah.

“Saking melimpahnya, kita sudah menghitung bahwa di Padaherang bisa mengeksploitasi bahan baku semen sebanyak 4 juta ton per tahun. Dari situlah kami ingin membangun pabrik semen di sini,“ ujarnya saat menggelar dialog dengan warga.

Menurut Yudianto, memang dari pembangunan pabrik semen akan ada dampak negatif dan positifnya. Dampak negatif yang dimaksud terkait pencemaran lingkungan serta polusi udara. Namun demikian, pihak perusahaan sudah memperhitungkan hal tersebut dan akan meminimalisir terjadinya pencemaran dan polusi.

“Kita akan gunakan teknologi terbaru dan sangat canggih untuk meminimalisir terjadinya pencemaran dan polusi udara. Hal itu sudah kami tuangkan dalam Amdal (Analisis Dampak Lingkungan). Dan insyaallah, kehadiran pabrik semen di Karangsari tidak akan berdampak negatif terhadap pencemaran lingkungan, “ terangnya.

Yudianto juga menjelaskan, untuk membangun areal pabrik semen di Karangsari membutuhkan tanah seluas 100 Hektar. Lokasi pabrik pun akan berjarak 500 meter dari perkampungan penduduk setempat.

“Hal itu merupakan standar baku bahwa keberadaan pabrik pengolahan industri tidak boleh mengganggu warga sekitar. Artinya, dengan adanya jarak dengan perkampungan penduduk, tujuannya untuk menghindari kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas pabrik, “ terangnya.

Yudianto menambahkan, dalam pengolahan bahan baku semen, tidak mengeluarkan limbah cair. Adapun nantinya ada semacam oli yang keluar dari hasil pengolahan, tetapi tidak menjadi limbah. Karena oli tersebut akan didaur ulang kembali untuk menghasilkan bahan semen. “ Dengan banyaknya mesin pengolahan, pabrik semen tersebut membutuhkan daya listrik sekitar 5 mega watt,” katanya.

Sementara untuk mencegah terjadi polusi udara dari debu pengolahan bahan baku semen, papar Yudianto, pihaknya akan menggunakan mesin penangkap debu dengan teknologi terbaru. Mesin ini sudah teruji bisa menangkap debu sampai 20 miligram.

“Dengan menggunakan mesin ini, nyaris tidak akan menimbulkan polusi udara. Karena di areal pabrik pun, secara kasat mata kita tidak akan melihat adanya debu. Karena sudah tersedot dengan menggunakan alat canggih tersebut,” ujarnya.

Dalam melakukan eksploitasi bahan tambang pun, kata Yudianto, pihaknya juga akan menggunakan peralatan canggih. Dengan begitu, saat melakukan peledakan bahan tambang, nantinya tidak akan menimbulkan getaran.

“Kita juga tidak akan sekaligus melakukan penambangan, tetapi akan dilakukan secara bertahap. Dan tentunya akan menyediakan kolam pengendapan untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari penambangan tersebut, “ ungkapnya. (Mad/R2/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Urang Sopla October 23, at 21:45

    Kami warga karangmulya siap "BERJIHAD" , untuk menolak pencemaran lingkungan dengan CARA APAPUN!

    Reply

Leave a Reply