Anggaran Obat Kabupaten Ciamis Tidak Sesuai Standar WHO

16/10/2013 0 Comments
Anggaran Obat Kabupaten Ciamis Tidak Sesuai Standar WHO

Foto Ilustrasi Obat. Foto: Istimewa/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ketersediaan anggaran obat bagi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di tahun 2014 nanti, untuk wilayah Kabupaten Ciamis dan Pangandaran ternyata ‘jauh panggang dari api’. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, minimal kebutuhan obat masyarakat pertahun sekitar dua dollar.

Bila angka itu dikalikan dengan jumlah penduduk kedua kabupaten, maka didapatkan angka yang fantastis, yaitu sebesar Rp. 70 milyar. Sementara, kemampuan anggaran Kabupaten Ciamis, untuk penyediaan obat puskesmas hanya sebesar Rp. 3 milyar.

Anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan 2014 tersebut, jelas jauh sekali dengan kemampuan anggaran Kabupaten Ciamis untuk melayani masyarakat di dua kabupaten yang dikoordinir oleh 52 Puskesmas.

“Jelas kalau dibandingkan standar WHO sangat jauh sekali. Tapi, kami bekerja sesuai dengan kebutuhan obat dari masyarakat, yakni melaui puskesmas,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Ciamis, dr. Rozali, Kepada HR, pekan lalu.

Rizali mengutarakan, pihaknya tidak khawatir dengan anggaran obat yang begitu minim tersebut. Karena baginya, ketersediaan obatlah yang menjadi prioritas utama pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dicukup-cukupkan lah! yang penting ketika masyarakat butuh, obat tersedia,” ujarnya.

Menurut Rizali, anggaran DAK tahun 2014 untuk pengadaan obat puskesmas yang diserap Kabupaten Ciamis dan Pangandaran jumlahnya menurun dibanding tahun 2013. Di tahun lalu, anggarannya sebesar Rp. 7 milyar, sedangkan di tahun 2014, turun menjadi Rp. 3 milyar.

“Angka tersebut ada biaya sharing dari APBD sebesar 10 persen,” paparnya.

Adapun, jenis obat yang harus disediakan pihak Dinkes, imbuh Rizali, adalah obat essensial. Obat Essensial adalah adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan, mencakup upaya diagnosis,  profilaksis, terapi dan rehabilitasi.

“Itu yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan, sesuai dengan fungsi dan  tingkatannya,” imbuhnya.

Rizali menambahkan, pihaknya akan mengawal ketersedian obat bagi Puskemas yang ada di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran. “Hanya saja, disanakan (Pangnadaran) sudah ada Dinkes, jadi kami harapkan Puskesmas di Pangandaran berkoordinasi dulu dengan Dinkes setempat, sebelum meminta obat ke Dinkes Ciamis,” pungkasnya. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply