Blokir Jalan, Warga Padaherang Tolak Pembangunan Pabrik Semen

23/10/2013 2 Comments
Blokir Jalan, Warga Padaherang Tolak Pembangunan Pabrik Semen

Sejumlah warga dari tiga desa di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, saat melakukan aksi blokir jalan, di daerah Sopla Desa Karangmulya Padaherang, Rabu (23/10). Aksi ini merupakan penolakan terhadap penambangan dan pendirian pabrik semen. Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, menggelar aksi unjuk rasa dan memblokir jalan raya Padaherang, tepatnya di daerah Sopla Desa Karangmulya Padaherang, Rabu (23/10). Aksi itu merupakan reaksi dan sikap warga yang menolak rencana eksploitasi tambang bahan baku semen sekaligus pembangunan pabrik semen di daerah tersebut.

Aksi unjuk rasa ini pun sempat memacetkeun arus lalu lintas di jalan raya Padaherang- Pangandaran, terlebih ketika massa melakukan aksi pemblokiran jalan sekitar 30 menit. Gabungan massa dari Desa Karangmulya, Pasirgeulis dan Kedungwuluh ini, bergantian melakukan orasi yang mengecam dan menolak rencana pembangunan pabrik semen tersebut.

Koordinator aksi yang juga Ketua Forum Peduli Lingkungan Padaherang (FPLP), Asep Hidayat, mengatakan, aksi penolakan ini merupakan asipriasi sebagain besar masyakarat di tiga desa terhadap rencana eksploitasi tambang dan pendirian pabrik semen di daerah Padaherang.

“Meski pendirian pabriknya di Desa Karangsari, tetapi lokasi penambangan bahan baku semennya diambil di wilayah tiga desa, yakni di Desa Karangmulya, Pasirgeulis dan Kedungwuluh,” ujarnya, kepada HR, di sela-sela aksi unjuk rasa, Rabu (23/10).

Asep menambahkan, di lokasi penambangan justru yang berpotensi besar menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Dengan begitu, apabila rencana penambangan tersebut terwujud, otomatis akan banyak warga sekitar yang dirugikan dari dampak pencemaran tersebut.  “Karena alasan itu kami menolak,” tegasnya.

Menurut Asep, setelah PT Cameone Corporate sebagai pihak investor pabrik semen ini, pekan lalu, menggelar pertemuan dengan warga Karangsari di Aula kantor Desa Karangsari, rencana selanjutnya akan mengundang warga dari tiga desa tersebut.

“Saya tegaskan di sini bahwa warga tiga desa sudah final menolak penambangan bahan baku semen. Artinya, pihak perusahaan sudah tidak perlu lagi mengundang warga untuk sosialisasi,” tegasnya.

Hal senada pun diungkapkan Tokoh Masyarakat Padaherang, Toufiq Lubis. Dia menegaskan, apabila sebagian besar warga tiga desa menolak rencana penambangan bahan baku semen, maka pihak investor dan pemerintah tidak perlu memaksakan dengan melakukan upaya-upaya lain. “Tolong dengar aspirasi warga dan jangan ada pihak-pihak yang memaksakan,” ungkapnya.

Dari pantauan HR di lokasi, selain menggelar orasi, massa pun membentangkan spanduk yang bertuliskan kecaman dan penolakan terhadap kehadiran pabrik semen tersebut. Bahkan, ada salah satu spanduk yang dibentangkan oleh sejumlah anak-anak yang bertuliskan ancaman, dengan kalimat,” Alat Berat Masuk Kami Bakar”. (Mad/R2/HR-Online)

About author

Related articles

2 Comments

  1. Urang Sopla October 23, at 21:44

    Kami warga karangmulya siap "BERJIHAD" , untuk menolak pencemaran lingkungan dengan CARA APAPUN!

    Reply
  2. Pangandaraku December 16, at 19:11

    Heran gua... masih aja ngeyel tu pabrik semen. Pangandaran tu Kabupaten Parawisata bukan Kabupaten Industri... dan maaf akan di jadikan Tambang Lindung... bukan untuk di keruk !!!

    Reply

Leave a Reply