Cerita Pilu Petugas Pajak, dari Caci Maki Hingga Hunusan Samurai

Cerita Pilu Petugas Pajak, dari Caci Maki Hingga Hunusan Samurai

Foto Ilustrasi Pajak. Foto: Istimewa/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dibalik raihan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Ciamis yang dari tahun ke tahun terus meningkat, terkuak cerita memilikukan yang dialami petugas pemungut pajak daerah, mulai dari caci maki, hingga hunusan sebilah samurai.

Pemungutan retribusi dan pajak daerah Kabupaten Ciamis, selama ini dilakukan oleh pegawai di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Ciamis melalui sejumlah kantor UPTD yang tersebar di beberapa kecamatan. Hingga September 2013 ini, DPPKAD sudah mampu mencapai target perolehan pajak daerah dan retribusi sektiar 75 persen atau sudah melebihi target yang telah ditentukan.

“Pernah kami dicaci maki oleh seseorang ketika managih pajak air tanah. Wajib pajak itu bilang urusan air adalah milik Allah, kenapa harus bayar ke petugas,” kata Kepala UPTD DPPKAD Ciamis, Dase Fadlil YM, SH, yang didampingi satfnya Roni, ketika menceritakan suka duka menjadi petugas pemungut pajak, kepada HR,  Jum’at ( 18/10).

Pengalaman Roni, staff UPTD DPPKAD Ciamis, malah lebih memilukan. Menurutnya, saat itu dia dan rekannya pernah diminta mengambil uang yang diselipkan di kaki wajib pajak . “Ada juga wajib pajak yang memberi uang dengan cara dilemparkan kepada kami. Malah ada seorang wajib pajak yang menghunus samurai ketika kami datang,” ceritanya.

Baik Dase maupun Roni, dalam menghadapi berbagai ulah perilaku wajib pajak tersebut, mengaku hanya bisa mengelus dada.  “Ini bagian dari resiko pekerjaan, yang penting apa yang ditargetkan selalu kami penuhi,” pungkas Dase yang diamini Roni. (DK/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles