Harga Hewan Qurban di Banjar Naik Drastis

09/10/2013 0 Comments
Harga Hewan Qurban di Banjar Naik Drastis

Sapi peranakan jenis Limousin milik Mumuh yang siap untuk hewan ternak qurban tahun ini, dipatok harga sekitar Rp. 14 juta. Foto: Subakti Hamara/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seminggu jelang hari raya Idul Adha harga ternak hewan qurban telah mengalami kenaikan drastis. Kenaikan tidak hanya di harga sapi potong pejantan yang telah cukup umur, untuk kambing dan domba pun mengalami kenaikan.

Untuk harga sapi potong, para petani maupun pedagang mematok harga bila dihitung berat bersih daging rata-rata per-kilo mencapai seratus ribu. Untuk taksiran berat bersih dagang 120 kg, mereka mematok harga sapi diatas Rp. 12 juta. Sementara penjualan sapi hitung hidup, harga minimal Rp. 13 – 14 juta.

Kenaikan harga sapi potong untuk qurban, menurut sejumlah peternak dan pedagang, bukan dikarenakan akan menghadapi kebutuhan hari raya Idul Adha semata. Mereka meyakinkan, harga setelah qurban tidak akan terjadi penurunan yang drastis.

“Kenaikan terjadi memang karena petani berhitung untuk membeli lagi sapi, belum lagi harga operasional mengurus ternak juga mengalami kenaikan, setelah naiknya harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu,” ujar Mumuh peternak di kawasan Katapang, Purwaharja, (7/10).

Mumuh yang menggunakan hitungan taksiran berat bersih daging, merasa optimis sapi miliknya akan terjual laris di hari qurban nanti. “Saat ini kami dipusingkan oleh konsumen yang mencari sapi qurban dengan cara arisan. Sebab, mereka telah mematok harga jauh hari untuk iuran per-bulannya,” ucapnya.

Lain halnya dengan Koko, peternak di bilangan Raharja, ia menggunakan sistem penjualan sapi qurban hidup. Menurutnya, sapi dikisaran harga Rp. 12 jutaan telah laris terjual. Sementara untuk harga diatas Rp. 14 jutaan, masih tersisa beberapa ekor.

“Alhamdulillah kelompok ternak Anom Jaya untuk tahun ini, harga dibawah empat belas juta telah terjual habis. Sapi yang terjual sekarang hasil dari program sapi bunting dari pihak Distan kota Banjar,” ucapnya.

Untuk itu, Koko dan sejumlah rekannya, berharap pihak Pemkot Banjar melalui Dinas Pertanian untuk kembali membuat program bantuan sapi bunting. “Kenapa begitu, karena kelompok saat ini telah membeli lahan untuk perluasan kandang. Pembelian lahan murni dari kas kelompok,” ujarnya.

Harga kambing dan domba pun kini mengalami kenaikan hampir 70% dari harga tahun lalu. Harga kambing/domba tahun kemarin untuk ukuran bagus bisa mencapai Rp. 1,5 juta. “Saat ini tidak ada kambing/domba qurban yang segitu. Minimal harga dipatok di 2-2,5 juta yang pas untuk berkurban,” ujar Tatang, peternak dibilangan Karangpucung.

Tingginya harga dibenarkan peternak lainnya, Asep warga Balokang, yang sudah terkenal dengan ternakan domba miliknya. Menurutnya, kenaikan dikarenakan anakan domba mengalami kenaikan.

“Dulu anakan domba bagus paling mahal enam ratus ribu. Saat ini, harga anakan ternakan biasa bisa mencapai tujuh ratus lima puluh ribu,” tandasnya. (SBH/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!