Heri: Ditahan Imbang 4-4, Pengalaman Berharga untuk PSGC Ciamis

Heri: Ditahan Imbang 4-4, Pengalaman Berharga untuk PSGC Ciamis

PSGC Ciamis mampu mengimbangi permainan tim Amerika Latin Plus yang dihuni sejumlah pemain asing yang pernah merumput di Liga Indonesia. Pertandingan friendly Big Match ini digelar di Stadion Galuh Ciamis, Senin (7/10) sore. Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

PSGC Ciamis berhasil menahan imbang tim Amerika Latin plus dengan skor 4-4 dalam laga friendly Big Match yang digelar di Stadion Galuh Ciamis, Senin (7/10) sore. Laga ini merupakan ajang pemanasan sebelum tim “Laskar Galuh” melakoni laga putaran final Divisi I Liga Indonesia yang rencananya akan digelar akhir tahun ini.

Meski PSGC sudah dipastikan lolos dan mendapat promosi ke Divisi Utama musim depan, namun masih menyisakan laga untuk menentukan juara di kompetisi Divisi I Liga Indonesia.

Selain itu, laga ini pun dijadikan ajang seleksi oleh tim pelatih PSGC dalam menentukan pemain yang akan dipertahankan untuk kompetisi Divisi Utama musim depan. Juga untuk memantau pemain asing di skuad tim Amerika Latin Plus yang bakal direkrut tim “Laskar Galuh” untuk mengisi kuota 3 pemain asing.

Pada awal babak pertama, Tim Amerika Latin Plus langsung berinisiatif membangun serangan. Unggul dalam postur tubuh, tim yang dihuni pemain asing yang pernah merumput di Liga Indonesia itu, mencoba mengendalikan serangan dengan melakukan umpan bola-bola atas.

Pada  menit 13, Cristiano Lopez sukses menjaringkan bola ke gawang PSGC setelah mendapat umpan matang dari Marcio Saouza. Kedudukan pun 1-0 untuk tim Amerika Latin Plus.

Saat tertinggal, PSGC mencoba keluar dari tekanan. Dengan membangun serangan dari kaki-kaki,  akhirnya membuahkan hasil pada menit ke 23. Saat itu, wasit menunjuk titik putih setelah melihat pemain Amerika Latin Plus, Lizuardi, tangannnya menyentuh bola di kotak terlarang. Eksekusi pinalti Yana berbuah gol setelah mampu mengecoh kiper lawan.

Setelah mampu menyamakan kedudukan, membuat mental anak-anak PSGC kembali bangkit. Melalui tendangan bebas yang dieksekusi Rossian di menit 27, mampu merubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan PSGC.

Sebelum jeda, Marcio Saouza mampu merobek jala PSGC melalui tendangan bebas dari luar kotak pinalti. Gol yang disarangkan oleh mantan penyerang Persib Bandung itu, sekaligus menutup laga babak pertama.

Memasuki babak kedua, PSGC langsung memberikan tekanan ke tim lawan. Sejumlah serangan yang dibangun dari sektor sayap mampu merepotkan barisan pertahanan lawan. Melalui aksi solo run Alesandro, pemain yang menggantikan Rossian, akhirnya mampu menambah pundi gol pada menit 58 dan membuat PSGC kembali unggul 3-2.

Selang 4 menit kemudian, tepatnya di menit 62, Alesandro kembali mencetak gol, setelah mendapat sodoran bola dari Yana. Alesandro yang lepas dari kawalan bek lawan, dengan leluasa mengarahkan bola ke arah pojok kanan gawang tim Amerika Latin plus.

Tertinggal 4-2, Tim Amerika Latin Plus bangkit memberikan tekanan dengan pola serangan balik. Lagi-lagi melalui tendangan bola mati Marcio Saouza, kembali menggetarkan jala gawang PSGC. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilesatkan Saouza pada menit 72, tidak mampu ditepis oleh Irfan, penjaga gawang PSGC.

4 menit jelang bubar,  Beto pemain Amerika Latin Plus bernomor punggung 26, mencetak gol penutup sekaligus mengakhiri laga dengan skor imbang 4-4.

Usai pertandingan, Pelatih PSGC Ciamis, Heri Rafni Kotari, mengaku puas dengan penampilan anak asuhannya, meski laga harus berakhir dengan hasil seri. Karena secara kualitas, pemain Amerika Latin Plus, skil individunya di atas rata-rata anak asuhannya.

”Pertandingan persahabatan ini merupakan pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi anak-anak sebelum berlaga di Divisi Utama. Pemain PSGC bisa belajar dari pertandingan ini, bagaimana mereka nanti akan menghadapi pemain-pemain yang berkualitas yang memperkuat tim lawan,” pungkasnya. (DSW/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles