Mobil Plat Jogja yang Dirazia di Banjar Ternyata Kawanan Perampok

Mobil Plat Jogja yang Dirazia di Banjar Ternyata Kawanan Perampok

Anggota Satlantas Polresta Banjar saat menemukan sejumlah HP, Helm, Laptop dan puluhan kunci yang didapati dari sebuah mobil mini bus yang terjaring saat razia kendaraan Cipta Kondisi di daerah perbatasan Banjar (Jabar) – Jateng, Rabu (2/10) kemarin. Foto: Pepep Riswanto Akbar/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah Polresta Banjar melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap mobil mini bus dengan nopol AB 1066 BH (plat Jogjakarta) yang terjaring saat menggelar Razia Cipta Kondisi, di daerah perbatasan Banjar (Jabar) – Jateng, Rabu (2/10) kemarin, kini sudah berhasil ditemukan titik terang. Empat penumpang mobil tersebut ternyata kawanan perampok yang kini menjadi target DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Sleman Jogjakarta.

Kapolresta Banjar, AKBP Asep Saepudin, SIK, saat menggelar ekspose terkait kasus ini, di Mapolresta Banjar, Kamis (3/10), mengatakan, setelah pihaknya melakukan pengembangan dan penyelidikan, kini diketahui bahwa penumpang mobil mini bus yang terjaring anggota Satlantas Polresta Banjar saat menggelar Razia Cipta Kondisi di daerah perbatasan ternyata kawanan perampok yang sering beroperasi di wilayah Sleman dan Yogyakarta.

“Setelah melakukan aksi perampokan di Sleman, mereka kabur ke daerah Jawa Barat untuk menuju Bandung. Mereka kabur karena tengah diburu Anggota Polres Sleman,” ujar Kapolres. Empat perampok yang ditangkap tersebut diketahui berinisial DK, DR, AS, AGS yang semuanya adalah warga Kota Bandung.

Dari tangan perampok, kata Kapolres, pihaknya berhasil mengamankan  15 buah HP berbagai merek, 2 buah leptop, 2 buah kamera SLR, 2 buah helm dan 39 kunci duplikat. “Kawanan perampok ini merupakan spesialis perampokan kost-kostan di daerah Sleman,” imbuhnya.

Untuk langkah selanjutnya, sambung Kapolres, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Sleman untuk bersama-sama melakukan pengembangan terkait kasus ini. “Karena wilayah TKP kasus ini terjadi di Kabupaten Sleman, artinya kita harus melakukan koordinasi dengan Polres setempat,” pungkasnya. (PRA/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles