Ngaku Bisa Lipatgandakan Uang, Dukun di Banjar Diringkus Polisi

Ngaku Bisa Lipatgandakan Uang, Dukun di Banjar Diringkus Polisi

Kapolsek Pataruman, IPTU Usep Supiyan, SH, saat memperlihatkan barang bukti yang berhasil diamankan dari rumah pelaku penipuan, di Mapolsek Pataruman Kota Banjar, Senin (21/10). Foto: Pepep Riswanto Akbar/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Diduga menipu seorang warga Tangerang Banten dangan modus menawarkan jasa bisa melipatgandakan uang secara gaib, pria berinisial LI, warga Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, yang juga mengaku berprofesi sebagai dukun, diringkus Polsek Pataruman Kota banjar, Senin (21/10).

Saat dimintai keterangan oleh Anggota Polsek Pataruman, pelaku penipuan ini mengakui bahwa dirinya mengajak rekannya untuk melipatgandakan uang. Pelaku pun meminta uang sebesar Rp. 13 juta kepada korban untuk dilipatgandakan secara gaib dengan iming-iming nilai uang bisa berlipat hingga berjumlah milyaran rupiah.

Kapolsek Pataruman, IPTU Usep Supiyan, SH, mengatakan, pihaknya mendapat pengaduan dari korban bahwa telah terjadi penipuan dengan modus melipatgandakan uang. Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus pelaku berinisal LI yang ditangkap di rumahnya.

“Selain menangkap pelaku, kita pun berhasil mengamankan barang bukti berupa minyak-minyakan, tasbih, kemenyan, batu merah dan jam tangan yang didapat dari rumah pelaku,” ujarnya, kepada HR, Senin (21/10).

Menurut Kapolsek, dari pengakuan korban bahwa dia ditipu uang sebesar Rp. 13 juta oleh pelaku. Karena uang yang diberikan kepada pelaku malah tidak jelas rimbanya. Padahal, pelaku sudah menjanjikan bahwa uang tersebut akan dilipatgandakan menjadi milyaran rupiah.

“Karena uang yang sudah diberikan kepada pelaku tidak kunjung terbukti, maka korban langsung melapor ke Polsek Pataruman,” imbuh Kapolsek.

Menurut Kapolsek, pelaku akan dijerat dengan pasal 378 jo 372 tentang penipuan dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun. “Untuk penyelidikan lebih lanjut, kita masih melakukan pengembangan guna mendalami kasus ini, “ pungkasnya. (PRA/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles