Pasar Buah Kota Banjar 60% Dikuasai Produk Impor

25/10/2013 0 Comments
Pasar Buah Kota Banjar 60% Dikuasai Produk Impor

Sejumlah buah impor masih merajai pasar buah-buahan di Kota Banjar saat ini. Sementara komoditas buah lokal sendiri masih terseok-seok untuk menguasai pasar buah-buahan. Foto: Eva Lativah/HR

Banjar, (harapanrarkyat.com),-

Buah impor seperti Apel Puji, Kiwi, Pear, Sunkist, Jeruk Honey Murcot, Anggur, Longan dan beberapa buah impor lainnya semakin banyak di pasaran Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, jumlah item buah impor yang dijual di berbagai pasar buah cukup banyak, mengalahkan buah lokal yang ditanam petani. Semangat para pedagang menjual buah impor tidak terlepas banyaknya permintaan.

Meski pemerintah telah menaikkan pajak untuk buah impor, tetapi jumlah permintaannya tidak mengalami penurunan yang signifikan dari segi penjualan. Hal itu terlihat, dengan masih menguasainya buah impor di sejumlah daerah di tanah air, termasuk di kota Banjar.

Di Kota Banjar sendiri, pasar buah hingga saat ini masih didominasi buah impor. Diperkirakan sekitar 60 persen buah-buahan segar yang dijual di pusat-pusat perdagangan seperti pasar tradisional dan modern, maupun pedagang buah yang ada di pinggir-pinggir jalan merupakan buah produk impor.

Kusnadi, salah seorang penjual buah-buahan di Jl. Ir. Purnomosidi, Kota Banjar, mengaku, jika dirata-ratakan ada sekitar 60 persen buah-buahan yang dijualnya adalah impor. Sedangkan untuk buah lokalnya hanya mampu mengisi sekitar 40 persen.

“Buah-buahan impor diantaranya Jeruk, Apel, Pear, Anggur, dan Lengkeng. Kalau buah lokalnya paling Mangga, Pepaya, Pisang, Salak, dan ada juga Jeruk. Buah lokal jenis Salak itu dari Manonjaya, untuk jenis lainnya dari Subang dan Malang,” katanya, Selasa (22/10).

Walaupun dari sisi harga buah impor relative lebih mahal, tetapi keberadaannya lebih diminati masyarakat. Karena, bila dilihat dari kualitas dan tampilannya buah impor lebih baik dibandingkan dengan buah lokal.

Dia menyebutkan, Apel impor per kilogramnya dijual seharga Rp. 35 ribu, sementara harga Apel lokal per kilogram hanya Rp. 25 ribu. Kemudian untuk Jeruk impor dijual per kilogram seharga Rp. 48 ribu, sedangkan Jeruk lokal hanya Rp. 20 ribu saja per kilogramnya.

Namun, meski keberadaan buah impor lebih menguasai pasar, sampai saat ini penjualan buah lokal tetap stabil. Beberapa jenis buah lokal yang masih banyak diminati konsumen diantaranya Apel Malang, Salak Manonjaya, dan Mangga.

“Sebetulnya kalau masalah penjualan saya rasa tidak jauh berbeda antara buah impor dengan buah lokal. Keduanya sama-sama diminati konsumen. Cuma di pedagang lebih banyak menyediakan buah impor,” kata Kusnadi.

Banyak keistimewaan buah impor dari buah lokal, selain dari segi kualitas, buah-buah impor juga dapat dibeli setiap saat. Sedangkan buah lokal hanya ada pada waktu-waktu tertentu.

Seperti diungkapkan Juju, salah seorang konsumen buah, warga Mekarsari, Kota Banjar. Menurutnya, kualitas dan tampilan buah impor memang lebih unggul dibanding buah lokal.

“Wajar saja bila buah impor cepat mendapat sambutan dari masyarakat sebagai konsumen pembeli buah. Makanya saya lebih memilih membeli buah impor, seperti Lengkeng misalnya. Selain dagingnya lebih tebal, Lengkeng impor rasanya juga lebih manis dari Lengkeng lokal,” kata Juju.

Maraknya buah impor memenuhi sentra pasar buah di Kota Banjar, tidak terlepas dari tidak terpenuhinya buah lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar. Jumlah buah lokal yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Alternatifnya, konsumen beralih ke buah impor yang selalu tersedia tanpa mengenal musim.

Dan, ketertinggalan buah lokal merebut pasar di dalam negeri, tidak terlepas pula dari lemahnya pemerintahan Indonesia dalam meningkatkan hasil produksi buah, untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri.

Keterbatasan buah lokal yang tersedia, membuka peluang buah impor untuk merebut pasar di Indonesia. Bila pemerintah mampu menyediakan buah lokal dengan meningkatkan hasil produksi buah dari petani, maka hal itu dapat mempersempit ruang gerak buah impor. (Eva/Koran-HR)

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!