Pemkab Ciamis Perlu Gali Potensi Wilayah Manganti

31/10/2013 0 Comments
Pemkab Ciamis Perlu Gali Potensi Wilayah Manganti

Bendungan manganti. Foto: Istimewa/Net

Lakbok, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga di bilangan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Bendungan Manganti, berharap ada upaya pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan penataan dan pengembangan wilayah.

Marjono (43), Toko Masyarakat Manganti Desa Sindangangin Kecamatan Lakbok, beberapa waktu lalu, mengatakan, di wilayah Manganti perlu dibangun pusat ekonomi baru, seperti pasar induk. Alasannya, wilayah itu berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah.

“Bila ada pasar induk disini (Manganti), dengan otomatis, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, warga dari Jawa Tengah akan belanja di pasar terebut,” ungkapnya.

Tidak hanya Pasar, kata Marjono, bila perlu pemerintah juga membangun terminal. Secara geografis, Manganti merupakan kawasan yang cocok untuk dijadikan pusat atau sentral perekonomian di wilayah perbatasan.

Marjono sangat berharap, dua fasilitas (terminal dan pasar induk), bisa menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam program pengembangan dan penataan kawasan di wilayah Kecamatan Lakbok.

“Saya sangat optimis, bila kedua fasilitas itu terwujud, daerah perbatasan (Manganti) akan segera maju dan berkembang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dede Karman (45), anggota BPD Desa Sindangangin, mengatakan, Manganti perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Ciamis, khususunya di sektor pembanggunan.

Menurut Dede, dibandingkan dengan daerah lain, selama ini Manganti masih terkesan sebagai daerah yang tertinggal. Padahal, Manganti memiliki potensi besar, dan bisa menjadi salah satu sumber PAD bagi Pemkab Ciamis.

“Daerah perbatasan harus betul-betul diperhatikan. Karena semua ini bisa mendongrak perekonomian warga di wilayah perbatasan,” katanya.

Ironis, imbuh Dede, selama ini warga Ciamis yang berada di perbatasan Jabar-Jateng, lebih memilih berbelanja ke Jateng ketimbang ke sejumlah pusat perekonomian yang ada di Jabar. Lagi-lagi alasannya adalah jarak untuk pergi ke pusat ekonomi lebih dekat bila ke Jateng.

“Ini sangat disayangkan. Potensi kita sangat besar, tapi kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah,” pungkasnya. (Andri/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!