Penanganan PMKS di Ciamis Masih Terbentur Anggaran

01/10/2013 0 Comments
Penanganan PMKS di Ciamis Masih Terbentur Anggaran

Foto Ilustrasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial /Foto: Istimewa/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kadisnakertrans Ciamis, DR. H. Wawan S. Arifin,

Kadisnakertrans Ciamis, DR. H. Wawan S. Arifin

Sedikitnya di Kabupaten Ciamis ada 26 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Namun untuk pendampingan masih sulit dilakukan karena keterbatasan anggaran dan tidak adanya tempat penampungan untuk mereka yang terkena masalah kesejahteraan sosial.

Koordinator Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Baregbeg, Agus Hendra Sudrajat, ketika ditemui HR, Selasa (24/9), mengatakan, dari 26 jenis masalah kesejahteraan yang menonjol diantaranya yaitu, masalah remaja putus sekolah, penyandang cacat, wanita rawan sosial ekonomi, lanjut usia terlantar, dan balita terlantar.

Hingga sekarang ini, menurut Agus, belum ada tempat penampungan khusus yang pasti. Padahal tempat penampungan merupakan bentuk pelayanan, perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi PMKS.

Lebih lanjut Agus berharap, kedepan harus ada kepedulian dan keseriusan dari  pemerintah untuk penanganan PMKS guna mengatasi permasalahan sosial di masyarakat. ”Bagaimana kami di lapangan bisa menangani permasalahan PMKS secara maksimal, jika tidak didukung oleh anggaran. Dan, anggarannya pun harus sebanding dengan permasalahan PMKS yang akan ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis, DR. H. Wawan S. Arifin, membenarkan, anggaran untuk penanganan masalah sosial di Kabupaten Ciamis masih belum maksimal.

“Kedepannya, semoga APBD Ciamis akan semakin mendukung, mengingat PMKS penting untuk ditangani dan diberdayakan guna menangani masalah kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wawan menuturkan, banyaknya masalah sosial yang saat ini terjadi di lapangan, disebabkan lantaran menjadi korban dari sebuah budaya dan kemajuan zaman. Untuk itu, pihaknya berusaha membantu penanganannya.

“Nantinya, agar tidak ada lagi diantara mereka yang merasa diabaikan oleh pemerintah,” katanya.

Menurut Wawan, pada tahun 2014 pihaknya berencana mengusulkan alokasi anggaran untuk pembangunan tempat penampungan PMKS. Bahkan bukan hanya itu, masalah sosial tidak diurus saja, akan tetapi harus dibekali dengan life skill.

”Masalah sosial tidak bisa diselesaikan secara instan. Kami berencana, akan mencoba bekerjasama dengan Dinas Pendidikan karena memang orientasinya juga lebih kepada pendidikan karakter yang harus dibangun,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!