Penataan Bantaran Citanduy Banjar Harus Seimbang

01/10/2013 0 Comments
Penataan Bantaran Citanduy Banjar Harus Seimbang

Penataan bantaran Sungai Citanduy harus segera diseimbangkan antara sisi sebelah Utara dengan Selatan. Tampak bagian bantaran sisi sebelah Utara masih belum mendapatkan penataan. Foto: Eva Lativah/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sungai memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber daya alam yang mendukung kehidupan masyarakat. Peranan sungai di dalam konteks perkotaan menjadi sangat penting, khususnya dalam upaya mempertahankan sumber daya air yang berkelanjutan.

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu aspek dari pengelolaan sumber daya air pada suatu wilayah pengembangan sumber air, sebagai upaya pendayagunaan sumber-sumber air secara terpadu, dengan upaya pengendalian dan pelestariannya.

Namun. pengelolaan DAS tidak terlepas dari berbagai permasalahan, antara lain masalah penurunan sumberdaya alamiah, polusi dari berbagai sumber, serta konflik penggunaan lahan di sekitar DAS.

Saat ini kondisi DAS di sebagian besar daerah di Indonesia cenderung menurun. DAS memikul beban yang sangat berat dengan meningkatnya kepadatan penduduk di sekitar DAS, dan meningkatnya pemanfaatan atau eksploitasi sumber daya alam secara intensif, sehingga kondisi DAS mengalami degradasi.

Selain penurunan kualitas air, terjadi pula kecenderungan peningkatan bencana di sekitar DAS, seperti tanah longsor, erosi dan sedimentasi. Untuk itu, upaya mencegah agar tidak terjadi bencana di sekitar DAS, di Kota Banjar sendiri, penataan bantaran Sungai Citanduy harus seimbang antara sisi sebelah Utara dan Selatan.

Hal itu dikatakan salah satu anggota dari Forum Peningkatan Status Kota Banjar (FPSKB), Yogi I, SH., pekan lalu kepada HR. Menurutnya, selain mencegah terjadinya bencana di sekitar DAS, juga mencegah adanya kecemburuan social di masyarakat.

“Kemudian, bila dilihat dari aspek keindahan juga jelas akan lebih timpang jika penataan bantaran sungai hanya dilakukan di bagian sebelah Selatan saja. Jadi dalam hal ini pun harus seimbang,” kata Yogi.

Pendapat serupa dikatakan salah seorang tokoh masyarakat yang namanya enggan dikorankan. Dirinya mengaku sangat mengapresiasi terhadap penataan bantaran Sungai Citanduy yang selama ini sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjar.

“Itu salah satu bukti Pemkot Banjar serius terhadap upaya mencegah terjadinya bencana di sekitar DAS Citanduy, baik itu erosi, longsor, sedimentasi, maupun tindakan pencegahan kemungkinan munculnya pemanfaatan lahan secara illegal. Misalnya, muncul bangunan liar yang akhirnya nanti akan mencemari DAS Citanduy. Namun, penataan bantaran Citanduy harus diseimbangkan antara sisi kiri dan kanan,” kata sumber HR yang enggan dikorankan namanya.

Menurut dia, penataan bantaran Sungai Citanduy juga dapat meningkatkan keberadaan ruang-ruang public untuk kepentingan umum, serta meningkatnya minat masyarakat dalam menjaga kelestarian bantaran sungai. Sehingga, tidak akan terjadi lagi pemanfaatan lahan secara illegal di sepanjang bantaran sungai.

Di tempat terpisah, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjar, Asep Setiadi, S.Sos., membenarkan bahwa memang penataan bantaran harus seimbang.

Berdasarkan kerangka acuan kerja Bappeda Kota Banjar tahun anggaran 2010, tujuan penataan kawasan Sungai Citanduy diantaranya mencakup penataan output, lokasi dan ruang lingkup kegiatan.

Output yang diharapkan dari penataan tersebut adalah inventarisasi lahan sepanjang bantaran sungai yang masuk wilayah Kota Banjar. Terbentuknya zona peruntukan dalam pemafaatan lahan, serta rencana alternative pemanfaatan wilayah sempadan sungai.

“Dengan demikian, maka tentu saja penataan bantaran sungai harus seimbang. Untuk ruang lingkup kegiatan, kami juga berkoordinasi dengan BBWSC. Tujuannya supaya terjadi sinergi program antara BBWSC dengan Pemkot Banjar dalam pemanfaatan pengelolaan lahan dikawasan tersebut,” terangnya.

Asep juga mengatakan, semua pihak juga harus ikut mendorong supaya hal itu bisa segera terwujud. Rencananya, pada akhir bulan ini Kepala Bappeda Provinsi Jabar akan datang ke Banjar untuk melihat langsung ke lapangan, guna mengetahui potensi-potensi yang harus di kembangkan.

“Kami berharap stakeholder maupun dari media silahkan mengemukakan apa yang diperlukan di Kota Banjar ini. Makanya nanti kami akan mengundang, baik itu dari stakeholder, LSM dan media. Silahkan nanti sampaikan langsung kepada Kepala Bappeda Provinsi, karena kami juga perlu ada dorongan dari masyarakat,” kata Asep. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply