Pengerjaan Lamban, Proyek Jalan Raya Padaherang Diprotes Warga

17/10/2013 0 Comments
Pengerjaan Lamban, Proyek Jalan Raya Padaherang Diprotes Warga

Sebuah sepanduk yang dipasang oleh warga Desa Ciganjeng Kecematan Padaherang Kabupaten Pangandaran, sebagai bentuk protes menyusul molornya pengerjaan proyek tersebut, sehingga menimbulkan debu polusi yang mengganggu warga sekitar. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Padaherang. (harapanrakyat.com),-

Sejumlah pohon pisang ‘ditanam’ warga di lokasi pengerjaan proyek yang belum rampung. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Sejumlah pohon pisang ‘ditanam’ warga di lokasi pengerjaan proyek yang belum rampung. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Menyusul debu tebal yang ditimbulkan dari pengerjaan proyek jalan raya Padaherang, tampaknya menuai protes dari warga Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Terlebih, sudah dua minggu ini pengerjaan proyek tersebut terhenti.

Akibatnya, amarah warga semakin memuncuk. Mereka pun meluapkan kekecewaannya dengan menanam pohon pisang dan membuat tulisan spanduk hujatan yang ditujukan ke pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut,

Menurut Dani, warga setempat, pohon pisang yang ditanam di sepanjang pengerjaan proyek jalan yang belum rampung tersebut, sengaja ditanam oleh warga setempat. Hal itu dilakukan karena warga kesal dengan lambannya pengerjaan proyek tersebut.

“Akibat pengerjaan proyek lamban, membuat debu tebal dari proyek jalan tersebut menimbulkan polusi hingga masuk ke rumah warga. Jika ini berlangsung lama, warga bisa terancam penyakit ispa,” ujarnya, kepada HR, Rabu (16/10).

Meski warga sudah meluapkan protes melalui aksi tanam pohon dan spanduk, lanjut Dani, namun malah ditanggapi dingin oleh pihak rekanan. Bahkan, proyek perbaikan jalan sepanjang 10 kilometer yang berasal dari dana APBN tersebut, terhenti pengerjaannya selama dua minggu terakhir ini.

“Kita juga bertanya kenapa proyek ini terhenti. Apa pemborongnya bangkrut? Karena semakin lama proyek jalan ini tidak segera dituntaskan, dipastikan akan semakin lama pula pencemaran polusi yang mengganggu warga di sini, “ katanya.

Dani pun berharap pihak rekanan segera mempercepat perbaikan jalan nasional tersebut. Apalagi jalur ini merupakan akses utama menuju objek wisata Pangandaran yang intensitas kendaraannya sangat padat.

“Kalau di musim libur dan banyak mobil melintas untuk tujuan Pangandaran, maka debu yang ditimbulkan semakin hebat. Hal itu yang menjadi permasalahan dan pihak rekanan tampaknya tidak peduli terhadap hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah, HR belum berhasil mengkonfirmasi pihak rekanan yang mengerjakan proyek jalan tersebut. Ketika HR mencoba menghubungi, tidak ada satu pun perwakilan dari pihak rekanan yang bisa ditemui. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!