Pepaya Waringinsari Banjar Siap Tembus Pasar Korea

15/10/2013 0 Comments
Pepaya Waringinsari Banjar Siap Tembus Pasar Korea

Para petani papaya di Waringinsari tengah menimbang hasil panennya di tempat pengepulan. Papaya dari Waringinsari sudah siap menembus pasar Korea. Foto: Eva Lativah/HR

Langensari, (harapanrakyat.com),-

Sebuah kabar gembira tertutur dari salah seorang pengepul pepaya hasil panen para petani, di Desa Waringinsari, Kec. Langensari, Kota Banjar, Waluyo. Betapa tidak, ternyata buah pepaya yang jadi komoditi unggulan desa tersebut, kini mulai dibidik pengusaha asal Korea.

Menurut Waluyo, beberapa waktu lalu ada pengusaha dari Korea yang datang langsung ke tempat pengepulan pepaya miliknya di Dusun Purwodadi, RT.3, RW.3, Desa Waringisari, Kec. Langensari, Kota Banjar.

“Datang ke sini bersama seorang ajudannya warga Indonesia. Dia mengajak kerjasama, yaitu pesan buah pepaya untuk diekspor ke Korea. Tapi berupa buah yang sudah dikupas, katanya akan dipasarkan ke super market di Korea,” kata Waluyo, saat ditemui HR, pekan lalu.

Lanjutnya, pengusaha tersebut akan memfasilitasi kebutuhan peralatan pengepakan, seperti freezer dan peralatan lainnya. Untuk itu, Waluyo diminta mencarikan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai tempat pabrik pengepakan, baik sistimnya disewa maupun dibeli.

Bila itu terlaksana, maka akan menjadi peluang bagi masyarakat Waringinsari, sebab pabrik pengepakan tentu membutuhkan tenaga kerja. Sehingga, bukan hanya petani pepaya saja yang diuntungkan, tetapi warga lainnya pun nantinya bisa bekerja di pabrik tersebut.

“Untuk lahan, saya inginnya di wilayah Waringinsari, tapi lokasinya yang mudah dijangkau, baik oleh petani dari Waringinsari sendiri maupun dari luar, seperti dari Jateng dan Lakbok,” katanya.

Kemudian, nanti untuk pengerjaan pengupasan pepaya sampai pengepakan bisa memberdayakan warga sekitar. Sedangkan masalah harga pembelian ke petani, Waluyo sendiri sebagai pengepul yang akan mengaturnya. Yang pasti jangan sampai merugikan petani.

Menurut Waluyo, orang Korea yang datang ke tempatnya itu mengatakan, bahwa berdasarkan hasil survei ke beberapa daerah lain penghasil pepaya, seperti Kebumen dan Purworejo, ternyata pepaya yang lebih manis dan kekenyalan buahnya bagus hanya pepaya dari Waringinsari.

“Makanya dia ingin pepaya dari sini. Memang hasil panen pepaya dari lahan seluas 70 hektare belum bisa mencukupi permintaan pasar dari Jakarta. Kalau ditambah nanti adanya permintaan untuk dipasarkan ke Korea, kita cari lagi pepaya dari daerah lain, misalnya dari Lakbok, itu sudah ada yang siap,” tuturnya.

Seperti diketahui, bahwa sentra tanaman pepaya di wilayah Waringinsari berada di lahan Tresna (lahan milik masyarakat yang berada di pinggir Sungai Citanduy/kali mati-Red) seluas kurang lebih 80 hektare.

Hingga saat ini, lahan yang sudah ditanami pepaya sekitar 70 hektare. Sedangkan sebelumnya hanya 60 hektare. Namun, sekarang ini masyarakat mulai beralih tanam pohon pepaya, sehingga luasannya pun jadi bertambah.

Bahkan, hampir setiap pekarangan rumah dimanfaatkan warga dengan ditanami pohon pepaya. Dengan begitu, maka diharapkan hasil panen yang didapat akan mampu mencukupi permintaan pasar dari Jakarta, maupun untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Korea.

“Tentunya para petani pepaya sendiri bisa lebih diuntungkan. Keinginan pengusaha Korea itu katanya rencana awal tahun 2014 sudah bisa dimulai. Sampai saat ini saya sering kontak-kontak dengan ajudannya terkait dengan rencana tersebut. Mudah-mudahan saja semuanya bisa segera terwujud,” kata Waluyo. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!