Proyek Drainase di Karangpawitan Padaherang Diprotes Warga

01/10/2013 0 Comments
Proyek Drainase di Karangpawitan Padaherang Diprotes Warga

Proyek Drainase di Dusun Patinggen Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang yang  menuai protes warga. Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Proyek drainase di Dusun Patinggen Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran,  menuai protes warga. Pasalnya, aliran air dari selokan tersebut dialirkan ke area perumahan dan sawah milik warga.

Padahal debit air di lokasi tersebut diangggap warga terlalu banyak hingga mengancam tanaman padi. Suryadi (39), warga Dusun Patinggen 2, mengatakan, sawah miliknya merupakan salah satu lokasi yang terkena dampak dari luapan air selokan tersebut.

“Saya heran, kenapa luapan air dari drainase tersebut tidak disalurkan saja ke sungai Ciroyom? Jika dialirkan ke sawah milik warga saya rasa tidak pas. Pihak proyek sebaiknya melakukan evaluasi, apakah pekerjaanya sudah sesuai standar prosedur atau belum?” katanya kepada HR, Selasa (20/9).

Suryadi menambahkan, warga Desa Karangpawitan sebenarnya telah mengajukan pengaduan ke pihak pelaksana proyek, yakni PT Karuniaguna Inti Semesta (PT KIS). Bahkan, perwakilan PT KIS, Hendrik saat itu mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut sesuai prosedur.

“Saat ini kami sedang berkordinasi dengan pihak pemerintah Desa untuk membahas kelanjutan usulan warga. Harapan kami, pembangunan ini berdampak positif bagi semua pihak, tanpa merugikan pihak manapun,” ungkapnya.

Pada dasarnya, kata Suryadi, warga Padaherang sangat mendukung pembangunan drainase ini dan tidak bermaksud menghambat, namun yang disesalkan warga, jika masalah penyaluran air ini tidak segera ditangani, justru malah bisa merugikan masyarakat.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Karangpawitan, Abdul Halim saat ditemui HR di kantornya. Pihaknya sangat merespon keluhan warga dan akan membantu memfasilitasi penyelesaian masalah ini dengan pihak PT KIS.

“Memang benar, sebaiknya air dari selokan dibuang ke sungai Ciroyom yang jaraknya lebih dekat serta tidak membahayakan. Tanpa tambahan debit air dari selokan saja sudah sering terjadi banjir, apalagi jika ditambah dari selokan. Pemukiman warga bisa terkena dampaknya dan sawah pun terancam gagal panen,” katanya, Selasa (24/9). (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!