Pulang dari Hajatan, Puluhan Warga Langensari Banjar Keracunan

05/10/2013 0 Comments
Pulang dari Hajatan, Puluhan Warga Langensari Banjar Keracunan

Lurah Muktisari, Jajat Sudrajat, menengok warganya yang diduga keracunan makanan dari acara pesta pernikahan, Sabtu (5/9). Foto: Deni Supendi/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 11 warga Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu (5/9), dilarikan ke Puskesmas Langensari. Pasalnya, kesebelas warga tersebut diduga keracunan makanan, setelah mengkonsumsi hidangan yang disediakan pada saat pesta pernikahan salah seorang warga.

Eva (28), warga Muktisari, membenarkan, anaknya muntah-muntah dan merasakan pusing, setelah menyantap makanan di rumah warga (tetangga) yang sedang menggelar pesta pernikahan. “Siang tadi, anaknya saya makan di sana (pesta). Sorenya, muntah dan pusing. Dia pun (anak) langsung saya bawa ke Puskesmas,” ungkapnya, di Puskesmas Langensari,  Sabtu (5/9).

Mimin, warga lainnya, saat ini masih terbaring lemas di Puskesmas. Dia mengaku merasa pusing setelah menyantap masakan olahan dari acara hajatan tersebut. Namun demikian, dia akan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Puskesmas.

Lurah Muktisari, Jajat Sudrajat, mengaku prihatin dengan kejadian itu. Dia juga kemudian meminta warganya untuk memperbanyak minum air. Dia mengaku belum bisa memastikan, apakah wargnya tersebut benar-benar keracunan makanan dari acara pernikahan itu.

“Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Kami sudah menghubungi dokter puskesmas, dan akan segera memeriksakan sampel makanan ke laboratorium,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Langensri, dr. Robyanto, ketika dikonfirmasi perihal kejadian itu melalui pesan singkat HR, belum memberikan jawaban. Sedangkan, dari keterangan petugas, pihak Puskesmas baru akan mengambil sampel dan akan membawanya ke laboratorium.

Dari informasi yang berhasil dihimpun HR, menyebutkan, jumlah korban yang diduga keracunan jumlahnya tidak hanya sebelas, bahkan puluhan. Pasalnya, banyak diantara korban tidak pergi ke Puskesmas, melainkan disembuhkan dengan cara-cara tradisional. (deni/R4/HR-Online)    

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!