Puluhan Hektar Sawah di Pataruman Banjar Dipastikan Puso

14/10/2013 0 Comments
Puluhan Hektar Sawah di Pataruman Banjar Dipastikan Puso

Kondisi tanaman padi yang sudah memasuki fase masak, yaitu berusia 60 hari, tampak tumbuh tidak normal. Puluhan hektare lahan sawah produktif di wilayah Rancakole dan Panatasan, Kec. Pataruman, Kota Banjar, dipastikan gagal panen akibat kekeringan. Foto: Eva Lativah/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya puluhan hektare lahan sawah produktif yang ada di wilayah Rancakole dan Panatasan, Kec. Pataruman, Kota Banjar, dipastikan gagal panen atau puso akibat kekeringan. Kendati tanaman padi telah tumbuh, namun bulir-bulirnya tidak berisi normal. Kondisi seperti ini membuat para petani merugi.

Hal itu diungkapkan Eman, Ketua Kelompok Tani Silih Asih I Panatasan, sekaligus petani yang memiliki lahan sawah di Rancakole. Menurutnya, meski para petani sudah berupaya membuat sumur bor, namun tetap saja airnya tidak mampu mencukupi lahan pesawahan.

“Luas area pesawahan yang ada di wilayah Rancakole itu seluruhnya ada kurang lebih 10 hektaran. Sedangkan air dari sumur bor hanya bisa mengairi sawah satu petak saja. Mungkin kalau sumur bornya dibuat di setiap petak sawah baru bisa mencukupi, tapi kan malah lebih banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh petani,” tutur Eman, kepada HR, Selasa (8/10).

Lanjutnya, saat ini kondisi tanaman padi sudah memasuki fase masak, yaitu berusia 60 hari. Bila pertumbuhannya normal, usia 60 hari bulir padi biasanya sedang bagus-bagusnya, dan tengah memasuki masa panen.

Jika pengairannya tercukupi, masa panen padi di wilayah Rancakole dan Panatasan akan berlangsung pada pertengahan sampai akhir bulan Oktober ini. Menurut Eman, untuk di Panatasan memang tidak semua lahan sawah mengalami kekering, sehingga petani masih ada harapan bisa panen.

“Kalau di Panatasan ada sekitar 2 hektare yang bisa dialiri air, luas sebesar itu termasuk yang 1 hektare milik Balai benih Padi. Itu juga nyedot dari sisa air yang ada di bagian cekungan pintu 1 saluran irigasi. Karena lahan sawah teknis di Banjar ini kekurangan air bukan akibat kemarau, tetapi akibat adanya proyek pengerukan saluran irigasi,” katanya.

Dengan demikian, bagi petani di Panatasan hasil panennya nanti sudah dapat diprediksi akan berkurang, sementara biaya produksinya meningkat lantaran harus menyedot air menggunakan pompa. Sedangkan, lahan pesawahan di Rancakole dipastikan tidak membuahkan hasil.

“Pokoknya untuk wilayah Rancakole dan Panatasan, baik petani padi maupun ikan sekarang ini pada bangkar. Itu akibat proyek irigasi yang hingga saat ini belum juga selesai pengerjaannya,” pungkas Eman. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply