Rencana Ekspor Pepaya, Pemkot Banjar Harus Dukung Potensi Daerah

27/10/2013 0 Comments
Rencana Ekspor Pepaya, Pemkot Banjar Harus Dukung Potensi Daerah

Pepaya Waringinsari Langensari. Foto: Dok HR

Langensari, (harapanrakyat.com),-

Dalam percepatan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pemkot Banjar tentunya harus eksis dan ikut mendorong terhadap potensi yang ada di daerah. Hal itu dikatakan Camat Langensari, M. Dasuki Soleh, SH., Senin (21/10), terkait dengan rencana kerjasama antara petani pepaya di Waringinsari, dengan pengusaha asal Korea, yang akan membuka pabrik pengepakan buah pepaya di wilayah Desa Waringinsari, Kec. Langensari, Kota Banjar, seperti diberitakan HR edisi 343.

Bila rencana itu dapat terwujud, maka pabrik tersebut akan menjadi lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Selain itu, dari hasil penjualan pepaya, pendapatan para petaninya sendiri bisa meningkat.

“Sangat potensi kalau produk pertanian berupa buah pepaya sebagai potensi yang ada di daerah Langensari itu dikembangkan, salah satunya dengan membuka pabrik pengolahan atau pengepakan. Sehingga rencana itu harus didukung pemerintah kota, termasuk pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Banjar,” kata Dasuki.

Lanjut Dasuki, selain sebagai potensi wilayah, masyarakat petani, khususnya petani pepaya, sangat menguasai usaha yang dijalaninya tersebut. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat yang beralih memanam pohon pepaya. Sebelumnya mereka menanam jeruk.

Bahkan, sekarang hampir di setiap pekarangan rumah dimanfaatkan warga dengan ditanami pohon pepaya. Dengan begitu, diharapkan hasil panen yang didapat akan mampu mencukupi permintaan pasar, termasuk untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Korea.

“Tentunya para petani pepaya sendiri bisa lebih diuntungkan. Sebab kalau dijualnya langsung ke pabrik, berarti tidak melalui tengkulak. Selama ini pemasaran ke Jakarta saya kira mereka masih menjualnya melalui tengkulak, sehingga harga belinya pun rendah,” ujarnya.

Menurut Dasuki, jika rencana kerjasama tersebut dapat terwujud, maka akan sangat berkaitan dengan visi Kota Banjar sebagai kota Agropolitan. Terlebih wilayah Kecamatan Langensari merupakan sentra penghasil produk pertanian, salah satunya buah pepaya.

Di wilayah Desa Waringinsari, tanaman tersebut ditanam pada satu hamparan di atas lahan Tresna (lahan milik masyarakat yang berada di pinggir Sungai Citanduy/kali mati-Red), dengan luas keseluruhan sekitar 80 hektare.

Panen buah pepaya berlangsung setiap dua minggu sekali. Namun, bila musim hujan panen dilakukan satu minggu sekali. Dasuki menyebutkan, setiap panen, pendapatan petani rata-rata sebesar Rp. 400 ribu dari lahan seluas 100 bata.

“Keberhasilan itu dapat dicapai atas kegigihan para petaninya. Meski begitu, namun pemerintah tetap harus mendukung dan mendorong mereka supaya bisa lebih meningkat perekonomiannya. Mudah-mudahan saja semua rencana tersebut dapat segera terwujud,” kata Dasuki, yang baru beberapa hari menduduki jabatan barunya sebagai Camat Langensari. (Eva/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!