Ritual Rajah “Pusaka Kujang” Jadi Potensi Budaya Pangandaran

Ritual Rajah “Pusaka Kujang” Jadi Potensi Budaya Pangandaran

Kujang berukuran raksasa atau sepanjang 2 meter saat dipajang pada acara Milangkala (peringatan) 5 tahun Pastapa Pasulukan Loka Soemadikarta Kusumah, pekan lalu. Foto: Syamsul Maarif/HR

Cijulang, (harapanrakyat.com),-

Kujang berukuran raksasa, dengan panjang dua meter, dipajang pada acara Milangkala (peringatan) 5 tahun Pastapa Pasulukan Loka Soemadikarta Kusumah. Acara tersebut merupakan ritual peringatan berdirinya sebuah Pastapa Pasulukan Loka di Kabupaten Pangandaran.

Pupuhu Pastapa Loka, Buna Sonia, Minggu (20/10), mengatakan, acara tersebut sengaja dihelat, sebagai ritual rajah untuk pusaka kujang. Juga, sebagai bentuk bersyukur dan meminta kepada yang maha kuasa, agar Pangandaran bisa tetap menjaga kebudayaan dan melestarikan kesenian.

“Lebih jauhnya, agar Pangandaran lebih berkharismatik seperti Tatar Pasundan Pajajaran,” ungkapnya.

Acara milangkala tersebut dihadiri para tokoh spiritual se-Jawa Barat, diantaranya Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, dan Indramayu. Para tokoh itu sengaja diundang untuk mendo’akan Pajajaran Anyar, yaitu Kabupaten Pangandaran.

“Kita harus mempertahankan dan memperkokoh tali persaudaraan. (silih asah silih asuh, silih wangikeun),” kata Bunda Sonia.

Lebih lanjut Bunda Sonia, menuturkan, pajangan pusaka kujang raksasa ini merupakan simbol pasundan pajajaran. Dalam perjalanannya, kujang ini merupakan gabungan 40 pusaka se-Indonesia, yang disatukan dibuat menjadi sebuah kujang oleh salahsatu empuh.

Di tempat yang sama, Kabid Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Dr. Erik Krisna Yudha as, M.Si, mengatakan, acara yang digelar oleh pastapa pasulukan loka Soemadikarta Kusumah, adalah sebuah refleksi pelestarian budaya yang harus dipertahankan oleh masyarakat Pangandaran.

“Saya mewakili Pemerintah Pangandaran, sangat menyambut baik komunitas kebudayaan pastapa pasulukan loka. Saya berharap, kegiatan ini mendapat respon positif. Kedepan, kegiatan ini akan menjadi program pemerintah di bidang kebudayaan,” katanya.

Menurut Erik, saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran mempunyai cita-cita untuk mempromosikan Pangandaran sebagai Kabupaten Pariwisata yang mendunia. Untuk itu, hal ini merupakan sebagai sarana penunjang mewujudkan cita-cita dari kabupaten wisata.

“Langkah ini memang sebuah terobosan yang efektif. Secara lahiriah dan batiniah acara ini sangatlah sakral,” pungkasnya. (Syam/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles