Selain Dewi Persik, Nyi Roro Kidul pun Hadir di Minakala 1 Tahun Pangandaran

28/10/2013 0 Comments
Selain Dewi Persik, Nyi Roro Kidul pun Hadir di Minakala 1 Tahun Pangandaran

Sosok Nyi Roro Kidul yang diperankan oleh komunitas kesenian di Pangandaran, tampak mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir di acara pagelaran seni dalam rangka memeriahkan Minakala 1 Tahun Kabupaten Pangandaran, di Lapang Sepakbola Parigi, Jum’at (25/10). Foto: Entang Saeful Rahman/HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Tradisi memburu babi hutan yang sudah membudaya di masyarakat Sidamulih Pangandaran turut dipentaskan di acara pagelaran seni tersebut. Tampak miniatur babi hutan ketika diarak oleh puluhan warga. Foto: Entang Saeful Rahman/HR

Tradisi memburu babi hutan yang sudah membudaya di masyarakat Sidamulih Pangandaran turut dipentaskan di acara pagelaran seni tersebut. Tampak miniatur babi hutan ketika diarak oleh puluhan warga. Foto: Entang Saeful Rahman/HR

Munculnya gadis cantik yang melegenda, yakni Nyi Roro Kidul pada acara pagelaran seni dalam rangka memeriahkan Minakala 1 Tahun Kabupaten Pangandaran, di Lapang Sepabola Parigi, Jum’at (25/10), ternyata mendapat sambutan dari ribuan warga yang hadir.

Sambutan warga terhadap Nyi Roro Kidul yang saat itu menampakan diri di siang bolong, tampaknya tak kalah hangat ketika warga menyambut kehadiran Pedangdut Cantik Dewi Persik yang sama turut hadir dan memeriahkan acara tersebut.

Dengan pengawalan ketat dari punggawa kerajaan, Nyi Roro Kidul langsung menyedot perhatian ribuan warga. Bahkan, jalan protokol Parigi yang menuju ke arah lapang sepakbola pun macet total hingga mengantri puluhan kilometer.

Daya magic Nyi Roro Kidul ternyata sungguh luar biasa. Penampakanya membuat sejumlah warga mengabadikannya dengan kamera handphone dan kamera foto. Tak henti henti warga silih berganti ingin berfoto untuk sebuah kenang- kenangan bersama Nyi Roro Kidul.

Ketua Panitia Helaran Minakala 1 Tahun Kabupaten Pangandaran, H. Supratman, B.Sc, mengatakan, hadirnya sosok Nyi Roro Kidul yang diperankan oleh kumunitas kesenian di Pangandaran itu, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dimana cerita tersebut sudah menjadi legenda di masyarakat pesisir selatan Jabar.

“Dalam acara pagelaran seni ini kita mencoba mengangkat kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Pangandaran. Selain untuk menghibur warga, acara ini pun sebagai bentuk pelestarian kebudayaan yang ada di sini, “ ujarnya.

Selain Nyi Roro Kidul, lanjut Supratman, dalam pagelaran seni itu pun mengangkat pula tradisi memburu babi hutan yang menjadi budaya masyarakat Kecamatan Sidamulih Pangandaran. “Artinya, tidak hanya kesenian saja yang kita tampilkan di acara ini, tetapi sejunlah budaya dan tradisi lokal pun kita hadirkan. Dengan begitu, tampak bahwa Pangandaran kaya akan seni budaya lokalnya. Dan ini bisa dikembangkan sebagai aset juga potensi parawisata, “ ungkapnya.

Dalam tradisi itu, tampak sejumlah warga melakukan simulasi memburu babi hutan. Ketika babi hutan tertangkap, kemudian warga mengaraknya keliling kampung. Namun babi hutan yang paling besar didudukan di sebuah kursi sopa.

Kemudian miniatur babi yang memakai dasi itu, secara beramai- ramai ‘disiksa’ dan ditusuk oleh warga dengan menggunakan berbagai senjata tajam. Tanpa kenal ampun, mereka menghakiminya hingga babi berdasi itu tewas. Tradisi ini kerap dilakukan warga Sidamulih apabila di saat musim kemarau, dimana sejumlah babi hutan kerap turun ke perkampungan warga dan merusak ladang pertanian juga meresahkan warga sekitar. (Ntang/R2/HR-Online)

 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!