SKB Banjar Jadi Lokasi Syuting Film Dokumenter

SKB

Narasumber dari BKBPP, Kemenag dan SKB Kota Banjar, tambak tengah mempersiapkan untuk pembuatan syuting film dokumenter berupa pelatihan pengembangan diri potensi remaja, bertempat di halaman SKB, Cipadung, Kec. Purwaharja. Foto: Adi Karyanto/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang beralamat di Cipadung, Kel/Kec. Purwaharja, Kota Banjar, mendapatkan program kegiatan Desa Pokasi dari Pemerintahan Jawa Barat, melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Non Formal dan Formal (PP Paudni) Jayagiri wilayah regional I Jabar.

Program Desa Pokasi merupakan sebuah kegiatan media pembelajaran yang ditujukan untuk masyarakat, terlebih potensi pemuda dan remaja yang memiliki keterampilan agar bisa lebih dikembangkan dan diberdayakan. Seperti halnya pengembangan kewirausahaan dan berbagai keterampilan yang dimiliki, sehingga nantinya akan lebih mandiri dan terdidik.

Disela-sela kegiatan syuting film dokumenter Program Desa Pokasi, Selasa (29/10),  salah satunya dalam bentuk pelatihan dengan tema “Menjemput Impian Melalui Pendidikan pra-Perkawinan”.

Kepala SKB Kota Banjar, Neni Suheryani, Spd, M.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut diajukan sebagai usaha untuk pengembangan SKB Kota Banjar.

“Setahun yang lalu kami mengajukan proposal kepada mitra kerja kami yaitu PP Paudni Jayagiri, dan alhamdullialh SKB Kota Banjar menjadi salah satu SKB dari 33 SKB di Jabar yang mendapatkan program tersebut,” jelas Neni.

Lebih lanjut dia mengatakan, SKB Kota Banjar merupakan SKB percontohan, dimana sebelum mendapatkan program dilakukan survei terlebih dahulu oleh pihak PP Paudni Jayagiri. Dan akhirnya, terpilih menjadi tempat pembuatan syuting film dokumenter berupa pelatihan pengembangan diri potensi remaja.

Pameran dalam film tersebut adalah peserta pelatihan yang terdiri dari pengurus dan anggota PIKR Sanggar Bhakti Desa Waringinsari, Kec. Langensari, serta siswa-siswi dari SMKN 2 Banjar. Sedangkan narasumbernya dari Kemenag, BKBPP dan SKB Kota Banjar.

“Pembuatan film dokumenter dalam bentuk pendidikan pra-perkawinan tujuannya sebagai media pembelajaran, dan media sosialisasi dalam menyampaikan ilmu terhadap remaja. Sehingga nantinya akan terbentuk remaja yang sehat, baik sehat dalam maupun sehat luar, dan mencegah pernikahan usia dini. Diharapkan bila sudah menikah menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah,” tuturnya.

Neni juga berharap kepada Pemerintah Kota Banjar agar mengakomodir untuk pengembangan SKB, baik fasilitasi sarana prasarana, penganggaran, maupun penunjang lainnya. Sehingga, keberadaan SKB di Kota Banjar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebagai wahana potensi diri dalam mengaktualisasi pengetahuan dan skill

Harapan serupa diungkapkan Kasi. Pemberdayaan Remaja BKBPP Kota Banjar, Rudyanto, dan Kepala KUA Kec. Purwaharja, Dadang Hendra Utama. Menurut mereka, kegiatan lintas sektoral ini perlu dilanjutkan dalam hal pembangunan pemuda dan remaja.

Sementara Abdul Muis, Seksi Sarana dan Prasarana PP Paudni Jayagiri, mengatakan, alasan dipilihnya SKB Kota Banjar sebagai tempat percontohan karena eksistensi kinerjanya sudah bagus. “Tinggal terus dikembangkan, sehingga nantinya bisa membantu untuk mengembangkan potensi daerahnya,” kata Abdul. (Adi/Nank/Koran-HR)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below