Spesialis Pencuri Barang Sekolah di Pangandaran Dibekuk Polisi

30/10/2013 0 Comments
Spesialis Pencuri Barang Sekolah di Pangandaran Dibekuk Polisi

Sejumlah barang bukti hasil pencurian yang dilakukan YS, saat diamankan di Mapolres Ciamis, Selasa (29/10). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Satuan Reserse Krimanal (Reskrim) Polres Ciamis berhasil menangkap pelaku pencurian spesialis alat-alat elektronik sekolah, di wilayah Ciamis selatan. Tersangka tunggal berinisial YS (25), ditangkap pada hari Jumat (25/10), di kontrakannya, di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Dia juga merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP. Kusnadi Erisyadi, Selasa (29/10), mengatakan, dalam melakukan penangkapan, Polisi menemukan berbagai jenis barang-barang hasil curian belum sempat dijual. Diantaranya, televisi, LCD, CPU, monitor, penanak nasi, printer, mic dan sebuah speaker aktif.

Kusnadi menjelaskan, tersangaka ditangkap oleh anggota kepolisian setelah menerima banyak laporan tentang sering terjadinya pencurian di  sejumlah sekolah. YS, sebelumnya juga pernah melakukan pencurian di daerah Parigi, Cimerak, Pangandaran dan Cijulang, dengan sasaran sekolah-sekolah dasar (SD).

Dalam aksinya, YS menggunakan obeng min untuk mencongkel jendela sekolah. Dan kini, untuk kedua kalinya YS harus masuk sel tahanan. Padahal, YS baru dua bulan menghirup udara bebas setelah terlibat dengan kasus yang serupa.

”Melihat modus kejahatannya, YS akan dijerat Pasal 363, tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” ujarnya.

Saat ini, imbuh Kusnadi, pihaknya masih akan menyelidiki kasus tersebut, guna melakukan pengembangan dan memburu penadah barang-brang hasil curian YS. ”Kami juga menghimbau kepada sekolah agar meningkatkan keamanan. Dan meminta agar peralatan elektronik ditempatkan di lokasi yang sulit untuk dijangkau pencuri,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, kepada HR, YS mengaku terpaksa mencuri lantaran terdesak kebutuhan hidup. Pasalnya, dia harus menanggung beban kebutuhan hidup istri dan dua orang anaknya yang masih kecil.

YS menyebutkan, setiap beraksi, sekitar pukul 21.00 WIB, dia akan memantau lokasi yang akan menjadi target operasi. Jika sudah dianggap aman, baru pada pukul 00.00 atau tengah malam, aksi pun dimulai.

“Mungkin karena sudah terbiasa, aksi yang saya lakukan tidak perlu memakan waktu lama. Dan setiap mencuri, saya pasti menggunakan angkutan umum, baik itu saat berangkat ataupun pulang mencuri,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!