Sumsel Terpikat Inovasi Padi Apung Ciganjeung Pangandaran

15/10/2013 0 Comments
Sumsel Terpikat Inovasi Padi Apung Ciganjeung Pangandaran

Kedatangan rombongan yang terdiri dari 45 orang, meliputi pejabat dan praktisi pertanian dari Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, disambut langsung oleh Pemkab Pangandaran dan Pemkab Ciamis serta jajaran pengurus serta anggota Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu. Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, Propinsi Sumatera Selatan, memberikan apresiasi dan respon positif, terhadap program pengembangan pertanian yang dijalankan oleh Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Desa Ciganjeung Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Kedatangan rombongan yang terdiri dari 45 orang, meliputi pejabat dan praktisi pertanian itu, disambut langsung oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, dan Dinas Kelautan Pertanian dan Kehutanan (DKPK) Pangandaran, dan jajaran pengurus serta anggota Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu.

Apresiasi dan respon positif dari rombongan sangat terlihat ketika menggelar acara studi banding. Hal itu ketika rombongan mengetahui program padi apung yang dilakukan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu saat menghadapi musim penghujan, pembuatan kincir air ramah lingkungan saat hadapi kemarau, dan pengembangan Pupuk Organik Cair (POC).

Ketua Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, Tahmo Cahyono, mengungkapkan, dia sangat terkesan dan bangga, karena inovasi padi apung itu mendapat pengakuan dari Propinsi Sumatera Selatan Kabupaten Ogan Ilir.

“Mudah-mudahan konsep padi apung ini bisa dikembangkan di Ogan Ilir. Rencana kedepannya, Taruna Tani Mekar Bayu juga akan mendapat kunjungan dari Jerman dan Myanmar,” jelas Tahmo.

Kasie Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Kisma Suarji, SP, mengatakan, lahan dan area pesawahan di Ogan Ilir hampir sama lahan pertanian di Ciganjeng. Melimpahnya air sungai dan banyaknya rawa, menjadi bahan bagi rombongan untuk belajar tentang inovasi padi apung.

Sekretaris Dinas Pertanian Ciamis, Muhtar K, A.Pa,MP, menyambut baik serta mengapresiasi apa yang diberikan oleh Prop Sumsel kepada Taruna Tani Mekar Bayu. Dia juga merasa bangga karena inovasi pengembangan padi apung mendapat pengakuan yang cukup tinggi di daerah luar Jawa.

Kasi Holtikultur Kabupaten Pangandaran, Asep S, SP, juga sangat terkesan dengan tanggapan yang diberikan oleh rombongan dari Propinsi Sumatera Selatan. Dia berharap Kabupaten Pangandaran bisa berkembang dan bisa bersaing dengan kabupaten lainnya, khususnya dalam pengembangan pertanian.

Nazarudin, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) asal Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mengaku sangat terkesan dengan inovasi dan buah tangan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu.

“Awalnya, kami lihat di stasiun televise nasional. Dan sekarang, kami berkesempatan untuk berkunjung langsung, serta berbagi ilmu,” katanya.

Setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua Kelompok Tani dan IPPHTI, Nazarudin juga berencana akan menerapkan konsep tersebut di daerahnya. Dia juga berharap, Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu bisa menjadi pendamping untuk praktek langsung di Kabupaten Ogan Ilir.

Kabid Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, Diah F, menyebutkan, investasi modal pembuatan rakit dan penggunaan Pupuk Organik Cair yang digunakan sangat Murah.

“Kalau dihitung-hitung, seandainya di dalam kondisi air tetap, artinya air tidak menyusut, kalkulasi permodalan sangat murah. Karena di samping membuka lahan yang kurang produktif, juga membantu program pemerintah, yaitu Peningkatan Pengadaan Beras Nasional (P2BN). Tiga kali masa tanam, dipadu dengan budidaya ikan air tawar akan sangat menguntungkan,” jelas Diah. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply