Tersesat di Gunung Sawal Ciamis, Ruli ‘Disumputkeun’ Raja ‘Bagong’?

30/10/2013 0 Comments
Tersesat di Gunung Sawal Ciamis, Ruli ‘Disumputkeun’ Raja ‘Bagong’?

Gunung Sawal Ciamis. Foto: Istimewa/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ade Ruli (14)

Ade Ruli (14)

Ade Ruli (14), salah seorang korban yang tersesat di Kaki Gunung Sawal Kabupaten Ciamis, saat ini kondisinya sudah membaik. Bahkan, dia sudah bisa kembali beraktifitas sebagaimana hari-hari sebelumnya.

Ketika HR berkunjung ke kediamannya, di Pasir Peuteuy Desa Werasari Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Senin (28/10), Ruli panggilan akrabkondisinya nampak sudah lebih baik. Dia sendiri mengaku, kondisinya sudah 90 persen lebih baik.

“Saya sudah siap untuk beraktifitas seperti biasa, termasuk kegiatan belajar di sekolah,” ungkapnya.

Peristiwa yang terjadi di kaki Gunung Sawal pada pekan lalu itu, diakui Ruli, sangat berkesan dan tidak mungkin bisa dia lupakan. HR pun berhasil mengutip sejumlah peristiwa yang dialami Ruli itu.

Sebelum akhirnya ditemukan di jurang, Ruli mengisahkan, pada hari pertama datang di Kaki Gunung Sawal, sore harinya, sekira pukul 18.00 WIB, dia dan teman-teman lainnya mencari kayu bakar untuk memasak nasi liwet yang dicampur dengan mie instan.

Setelah itu, kata Ruli, turun hujan, karena dingin, dia menyeduh kopi untuk menghangatkan suhu badan. Tidak lama seusai meneguk kopi hangat itu, dia pun mulai tertidur. Dan selama tiga hari itu dia tidak ingat apa-apa.

Ruli menuturkan, dia baru bisa tersadar pada pukul tujuh pagi, saat itu sudah masuk hari ketiga di Kaki Gunung Sawal, atau hari Selasa (22/10). ”Muhun Pa, saatos abdi ngopi, langsung bobo. Saatos eta abdi teu emut naon-naon deui. Pokonamah emut-emut dinten Salasana, teurang-teurang atos aya di jurang,” ujarnya.

Ketika bangun itu, Ruli mengaku kehausan. Kemudian dia melihat ke arah bawah, dan melihat sebuah bangunan mesjid. Dia pun memutuskan untuk pergi kesana. Ternyata, setelah sampai di lokasi, mesjid yang dia maksud tiba-tiba menghilang.

Ruli akhirnya mencoba kembali ke arah gunung (ke atas) dan beranjak dari lokasi itu. Tapi saat berusaha lari, dia melihat seekor gajah berwarna putih yang sedang dibawa oleh seorang anak laki-laki.

Saat itu, Ruli juga mengutarakan, dia diajak oleh anak tersebut untuk segera beranjak naik, untuk menunggang gajah putih tersebut. Namun, setelah dia berlari dan tiba di lokasi gajah, lagi-lagi gajah putih dan anak laki-laki itu menghilang.

Karena lelah dan kehausan itu, Ruli berteriak minta pertolongan. Tidak lama dari itu, Ruli akhirnya bertemu dengan tim yang ternyata sudah sejak dua hari berusaha mencarinya. Dan Ruli pun segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Mahpur (47), orang tua Ruli, mengaku, sepulangnya dari rumah sakit, Kamis (24/10), Ruli masih terlihat berbeda dari biasanya. Akhirnya, seorang mandor dari gunung sawal, memberikan rujukan agar Ruli dibawa kepada seseorang yang memiliki kelebihan di Cipaku. Orang itu adalah mantan mandor, dan sudah 25 tahun bekerja di wilayah Gunung Sawal.

“Setelah bertemu dengan orang ini, Ruli terlihat fresh (segar). Katanya sih, Ruli tiga hari kemarin disembunyikan oleh Raja Bagong,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply