“Tuum Peda” Makanan Khas Sunda Si Penggoyang Lidah

08/10/2013 0 Comments
“Tuum Peda” Makanan Khas Sunda Si Penggoyang Lidah

Foto Ilustrasi Tuum Peda. Foto: Istimewa/net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Bosan memakan daging ayam atau daging sapi sebagai teman makan? Tak perlu risau anda dijamin ketagihan. Di Ciamis, tepatnya di warung nasi Ibu Siti, Jl. Stasiun 16. Anda bisa mencicipi makanan olahan berbahan dasar ikan asin peda. Makanan yang dikenal dengan Tuum Ikan Peda atau sebagian orang juga menyebut Peda Tuum adalah makanan khas Jawa Barat.

Selain di Ciamis, di beberapa tempat seperti di Kuningan, makanan warungan ini kerap tersedia. Tetapi sangat sedikit warung nasi yang menyediakannya. Kenyataannya, makanan ini semakin langka saat ini.

Tuum Ikan Peda, adalah makanan olahan ikan asin peda yang diracik sedemikian rupa dengan bumbu seperti lengkuas yang dimemarkan, batang serai yang  dimemarkan, irisan gula merah, irisan serong cabai merah, irisan serong daun bawang, irisan tomat, irisan bawang putih, irisan jahe. Bahan-bahan alami itulah yang dicampur dengan ikan asin peda yang digoreng, ditambah sedikit air,  dikukus diatas nasi yang ditanak. Hingga masak terlihat seperti sajian, saus Steak Tenderloin. Wah mak nyos.

Seorang juru masak, di warung nasi Ibu Siti, Enok (48), mengatakan, Tuum Ikan Peda sangat di gemari pelanggannya di warung tempatnya bekerja tersebut. “Setiap hari selalu habis, apalagi kalau panas-panas dengan nasi pulen. Nggak terbayang rasanya,” ucapnya, Kepada HR, Senin (30/9).

Enok mengaku kerap memasak Tuum Ikan Peda di rumahnya sebagai sajian makanan bagi keluarga. “Kalau bingung pilih menu masakan, saya biasanya pilih tuum peda, karena tidak membosankan, juga menyegarkan karena banyak bahan alaminya,” paparnya.

Tak hanya Enok, Siti (60) sebagai pemilik warung sangat merasakan ‘aura’ dari makanan khas Jawa Barat ini. Menurutnya, Tuum Peda selalu diserbu pelanggan, karena makanan itu terbilang sangat langka.

Menurut Siti, ada diantara pelanggan yang memesan secara khusus Tuum Ikan Peda plus petai. “Sebagai variasi, sesekali juga dicampur dengan pete,” tuturnya.

Dari penelusuran HR, makanan langka ini kerap dibuat juga oleh warung nasi Bi Enah, di jalan Koperasi. Bi Enah yang sudah berusia 60 tahun itu hampir empat kali dalam satu bulan menyajikan Tuum Ikan peda.

“Inginnya setiap hari masak Tuum Ikan Peda, tapi kami kurang tenga buat masaknya,” ujarnya.

Sekedar informasi makanan khas Jawa Barat ini, banyak juga divariasaikan dengan pete, atau juga dengan jagung yang dikenal dengan Tuum Ikan Peda Jagung. Soal cara olahannya, ada yang langsung dimasak atau juga dengan uap, yang dikenal dengan Tuum Ikan peda uap. Bahkan jika anda penggemar pedas, bisa juga memperbanyak racikan cabai merah dan cabai rawit dalam olahan makanan tersebut. (DK/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!