8 Bulan Dana Jampersal Tersendat, Bidan di Ciamis Kelimpungan

16/11/2013 0 Comments
8 Bulan Dana Jampersal Tersendat, Bidan di Ciamis Kelimpungan

Ilustrasi Jampersal.Foto: Istimewa/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah bidan di Kabupaten Ciamis kelimpungan menyusul klaim Jampersal (Jaminan Persalinan) dari pemerintah sudah selama 8 bulan ini belum mereka terima. Akibatnya, mereka harus menggunakan dana talang dari uang pribadinya untuk melayani pasien melahirkan yang memiliki kartu Jampersal tersebut.

Belum cairnya dana dari pemerintah ini membuat sejumlah bidan mengaku bingung ketika menghadapi pasien yang menggunakan Jampersal. Pasalnya, apabila pasien tidak dilayani dengan alasan dana belum cair, takut dianggap memilah-milah pasien. Sedangkan jika melayani pasien Jampersal, bidan harus merogoh dari kocek pribadinya sebesar Rp. 500 ribu.

“Terus terang, sejak digulirkan program Jampersal, hampir 75% pesien menggunakan fasilitas tersebut. Nah, ketika dana program Jampersal tersendat selama 8 bulan, jelas kami kelimpungan. Karena harus mencari dana talang, bahkan tak jarang saya meminjam uang untuk menutupi kebutuhan ini,” ujar salah seorang bidan, di Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis yang identitasnya enggan dipublikasikan, Kamis (15/11).

Dia menambahkan, dengan tersendatnya dana dari pemerintah ini, membuat hampir seluruh bidan mengeluh, apalagi bagi bidan yang bertugas di daerah yang banyak pengguna Jampersal. ” Bukannya kami tidak ikhlas, tapi kalau tersendatnya sampai 8 bulan seperti ini, berat bagi kami,” tandasnya.

Di hubungi terpisah, Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Gustiawati mengatakan, belum turunnya dana Jampersal, bukan kesalahan dari Pemkab Ciamis, tetapi memang dari pusatnya belum turun. Namun demikian, pihaknya terus  mengupayakan dengan melakukan komunikasi ke Kementrian Kesehatan agar dana tersebut segera cair.

“Berdasarkan informasi, berhubung di Kementrian Kesehatan tengah ada pemeriksaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat pencairan dana ini sedikit terganggu,” ujarnya. Menurut Gustiwati, berdasarkan informasi terakhir, dana Jampersal ini akan cair setelah ditandatangani oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan.

“Hanya saja berkas yang harus ditandatangani banyak, karena mencakup seluruh Indonesia, makanya memakan waktu cukup lama,” pungkasnya. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!