Banjir Melanda Padaherang, Petani Terpaksa Panen Dini

21/11/2013 0 Comments
Banjir Melanda Padaherang, Petani Terpaksa Panen Dini

Seorang petani terpaksa memanen dini, menggunakan perahu sebagai alat angkut padi hasil panen. Foto : Entang Saeful Rachman/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),- 

Memasuki musim penghujan, curah hujan mulai meninggi. Hujan pun terjadi dimana-mana, termasuk di wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Hal tersebut membuat debit air Sungai Ciseel bertambah 3 kali lipat.

Alhasil, air Sungai Ciseel meluap dan merendam areal pesawahan di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Sedikitnya, 450 hektar sawah siap panen, kini terendam air.

Miskun (47), petani setempat, Selasa (19/11), mengatakan, air banjir yang melanda sawah di Paledah mencapai ketinggian pinggang orang dewasa. Dia mengaku terpaksa memanen padi lebih awal, sebelum padi miliknya benar-benar terendam air.

Pada kesempatan itu, Miskun menuturkan, air yang menggenangi areal pesawahan Paledah merupakan air kiriman dari Sungai Ciseel dan Citanduy. Posisi sungai yang lebih atas ketimbang sawah, menyulitkan saluran pembuangan air.

“Air yang mengenangi sawah tidak bisa dibuang, karena posisi sungai Citanduy lebih tinggi ketimbang areal in,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wawan  (39), petani asal Neglasari Paledah, mengatakan, sementara ini, petani terpaksa menggunakan perahu jika ingin memaanen padi. Perahu tersebut digunakan untuk mengangkut hasil panen.

Wawan juga mengaku, akibat banjir ini, dia mengalami kerugian yang cukup besar. Ia berharap, Pemerintah mengagendakan program penanggulangan, untuk mengatasi persoalan yang kerap terjadi saat musim hujan di Paledah.

“Jika sudah begini, petani paling banyak bisa panen padi 2 tahun sekali,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!