DAK Termin Dua Belum Cair, Sekolah Di Ciamis Terpaksa ‘Ngutang’

28/11/2013 0 Comments
DAK Termin Dua Belum Cair, Sekolah Di Ciamis Terpaksa ‘Ngutang’

Rehabilitasi tiga ruang kelas SDN 2 Cipaku, Dusun Sindang Girang, Kecamatan Cipaku, hampir rampung. Rehab bisa terselesaikan karena inisiatif pihak sekolah mengutang pada pihak lain. Photo : Eji Darsono/HR

Cipaku, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah Kepala Sekolah SD penerima bantuan peningkatan sarana dan prasarana mutu pendidikan dasar, fisik bangunan dan mebeler, di wilayah Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis mengeluh. Pasalnya, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013, baru terealisasi sebesar 50 persen.

Akibatnya, untuk mengantisipasi keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan fisik fasilitas penunjang pendidikan, pihak sekolah terpaksa mencari bantuan pembiayaan dari pihak-pihak lain.

Kepala UPTD Pendidikan Cipaku, Drs. Dadang Sutarlan, Kamis (21/11), mengatakan, penerima bantuan dari DAK tahun 2013 ada tiga sekolah,  SDN 3 Buniseri,  SDN 1 Gereba  dan SDN 2 Cipaku.

“Dua sekolah untukan pembangunan gedung perpustakaan, satu sekolah lainnya mendapat  bantuan rehab ruang kelas,” ungkap Dadang.

Dadang juga membenarkan, dana bantuan DAK baru cair 50 persen, sehingga pihak sekolah terpaksa menggunakan keungan pribadi dan pinjaman dari pihak lain, untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan pembangunan.

Kepala SDN 3 Buniseuri, Oon Heryawati, S,Pd., mengatakan, sekolah yang dipimpinnya  mendapat bantuan pembangunan Gedung Perpus, yang dikerjakan melalui (swakelola) oleh Komite. Pengerjaannya sudah mencapai 80 persen.

Sedangkan dana yang bersumber dari DAK, baru cair tahap pertama saja, sebesar 50 persen. Kendati anggaran DAK tahap kedua belum jelas kapan akan cair, pihak sekolah  nekat mendanai pembangunan dengan menggunakan keuangan pribadi.

“Kalau tidak dilaksanakan sekarang, takutnya tidak bisa kejar target. Terpaksa, kami mengambil inisiatif, menggunakan dana  pribadi dan pinjaman dari pihak ketiga,” katanya.

Kepala SDN 2 Cipaku, Harun Arrasid, S,Pd., Sabtu (23/11), menuturkan, pada tahun   2013 ini, sekolah mendapat bantuan rehab untuk tiga unit ruangan, kelas 4, 5 dan 6. Proses pengerjaannya tinggal menunggu finishing.

“Karena dana tahap kedua belum juga cair, untuk mengkafer pembiayaan belanja material dan upah kerja, terpaksa mencari alternatif lain. Terlebih untuk upah kerja,” ungkapnya.

Meski sementara ini masih bisa teratasi, Harun berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, secepatnya mencairkan dana bantuan DAK untuk termin kedua. (dji/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply