Dinsosnakertrans Ciamis Bikin Terobosan Program Penanganan PMKS

05/11/2013 0 Comments
Dinsosnakertrans Ciamis Bikin Terobosan Program Penanganan PMKS

Ilustrasi. Foto: Istimewa/Net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kadisnakertrans Ciamis, DR. H. Wawan S. Arifin,

Kadisnakertrans Ciamis, DR. H. Wawan S. Arifin,

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaker) Kabupaten Ciamis mengagendakan program untuk menangani persoalan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayah Kabupaten Ciamis.  

Kepala Dinsosnaker Ciamis, DR. Wawan S Arifin, Selasa (29/10), mengatakan, pihaknya siap menjadi pendamping bagi anak-anak PMKS. Salah satu bentuk pendampingan itu, terutama dalam penanganan anak putus sekolah dan anak jalanan.

Menurut Wawan, fenomena anak putus sekolah dan anak terlantar, disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh negatif lingkungan. Karena hal seperti itulah, seorang anak rentan terlibat masalah sosial.

Wawan menuturkan, di tahun 2014 nanti, Dinsos akan mencoba menjalin kerjasama dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat, membuat sebuah terobosan, program pengganti orang tua atau keluarga bagi anak-anak PMKS.

Lebih lanjut, Wawan berharap, program itu mampu menangani persoalan sosial anak. Dia juga optimis, tidak akan ada anak usia sekolah yang putus pendidikannya. Minimal, program itu juga dapat mengurangi angka anak jalanan.

”Tujuan utamanya, kami ingin membentuk kepedulian sosial antar warga Ciamis. Juga, dengan adanya program ini, setidaknya bisa mengurangi permasalahan PMKS,” ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk memuluskan program tersebut, Dinsos akan menggandeng kalangan mahasiswa. Kedepan, para mahasiswa akan mendampingi dua sampai tiga anak, disesuaikan dengan jenis kelamin dan agama.

”Pendampingannya pun produktif. Artinya, nanti si anak juga dilatih untuk mempunyai jiwa enterprener,” tuturnya.

Selain itu, Dinsos juga akan melakukan sosialisasi masalah sosial melalui jalur keluarga dan sekolah. Dalam kegiatan sosialisasi ini, akan diberikan pengertian tentang sosial dan masalah batasan-batasan sosial.

”Kita bisa lihat sekarang, dalam masalah kearifan lokal yang dulu ada, dan sekarang mulai luntur di masyarakat, seperti halnya gotong royong. Hal itu akan mulai dicoba untuk dibentuk kembali,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!