Halaman GGT Kerap Jadi Tempat Bongkar Muat, KONI Ciamis Terusik

06/11/2013 0 Comments
Halaman GGT Kerap Jadi Tempat Bongkar Muat, KONI Ciamis Terusik

Bongkar muat barang kendaraan besar yang kerap menggunakan halaman parkir gedung GGT, ternyata tanpa izin dan membuat pengurus KONI Ciamis berang. Foto: Heri Herdianto/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyusul halaman parkir Gedung Galuh Taruna (GGT) di jalan Letnan Samuji, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, kerap dipakai tempat bongkar muat barang oleh kendaraan besar, membuat pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis mengaku terusik. Pasalnya, aktivitas usaha tersebut sebelumnya tanpa meminta izin dan memang tidak layak bertempat di halaman gedung gelanggang olahraga.

Pengurus KONI Ciamis, Dede, mengatakan, halaman parkir GGT yang dimana salah satunya terdapat kantor Sekretariat KONI, tidak pantas apabila digunakan untuk aktivitas bongkar muat barang, meski posisinya bersebelahan dengan Pasar dan Terminal Ciamis. ” Selain si pihak pengusaha tidak meminta izin, aktivitas itu pun sudah menyalahi fungsi seharusnya,” tegasnya, kepada HR, Selasa (5/11).

Halaman GGT, lanjut Dede, hanya diperuntukan sebagai lahan parkir untuk pengunjung yang melakukan kegiatan olahraga, pengurus dan tamu yang berkunjung ke kantor KONI.

“Aktivitas usaha bongkar muat barang itu ilegal. Kami sebagai pihak pengelola GGT tidak pernah mengeluarkan izin. Jadi kalau ada yang menyebutkan aktivitas itu inisatif kami atau membayar ke KONI Ciamis, itu salah besar. Justru kami yang merasa terusik,” ungkapnya.

Dede mengaku dengan adanya aktivitas  bongkar muat barang di halaman GGT itu, membuat pengunjung yang menggunakan GOR kerap mengeluh.

“Kita minta ke dinas terkait agar melakukan penertiban terhadap kendaraan besar yang melakukan bongkar muat secara sembarang tersebut. Kemudian segera dibangun tempat khusus untuk bongkar muat agar tidak memakai lahan yang bukan fungsinya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, salah seorang kuli angkut Herman (25), mengaku tidak tahu kegiatan bongkar muat yang dilakukannya  menggangu parkir orang lain dan tidak berizin. ” Saya hanya kuli, masalah dimana mobil diparkir dan apa itu mengganggu atau tidak, bukan urusan saya. Saya cuma disuruh oleh pemilik toko dan status saya cuma pekerja,” kata Herman. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!