Inilah Cerita Mistis di Lokasi Rencana Penambangan Semen Padaherang

03/11/2013 1 Comment
Inilah Cerita Mistis di Lokasi Rencana Penambangan Semen Padaherang

Lokasi yang direncanakan sebagai penambangan bahan baku semen di Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Padaherang, (harapanrakyat.com),-

Rencana pembangunan pabrik semen di Kec. Padaherang, Kab. Pangandaran menimbulkan gejolak penolakan oleh masyarakat di beberapa desa yang berpotensi memiliki bahan baku semen.

Pasalnya, di tempat itu akan dibangun pabrik semen. Namun siapa sangka, masyarakat sekitar memiliki cerita mistis terkait lokasi yang akan dibangun pabrik tersebut.

Cerita itu datang dari warga Desa Karangmulya Padaherang. Kisah tersebut tentang cerita mistik di Goa Biuk dan Goa Pawon, yang selama ini menjadi area penambangan bahan baku fosfat.

Konon ceritanya, satu orang warga Desa Karangmulya meninggal tanpa sebab dan satu orang lagi menghilang secara misterius, ketika keduanya melakukan aktifitas penambangan bahan baku fosfat di goa itu.

Kades Karangmulya, Nartha Sugiarta, ketika ditemui HR, belum lama ini, membenarkan cerita yang beredar di masyarakat tersebut. Bahkan, dia juga menyebutkan kedua nama warganya yang hilang dan meninggal secara misterius itu, yakni Odo dan Yoyo.

Menurut Nartha, dari cerita masyarakat, diketahui, Odo, warga RT 24 RW 11, Dusun Sambong Karangmulya, yang dikenal warga sebagi sesepuh kampung, berusaha mencari penghidupan, dengan menggali dan mencari bahan fosfat di Goa Pawon.

“Sebelum itu, dia (Odo) melakukan ritual doa dan memberikan sesaji di Goa tersebut. Namun, selang tiga hari, Odo dikabarkan meninggal. Padahal, saat itu tidak ada tanda-tanda dia sedang sakit,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Nartha, pada tahun 2009, Yoyo, warga Dusun Karangmula RT 4 RW 2, juga mencoba mencari tambahan pendapatan, dengan menggali bahan baku fosfat di Goa Biuk. Saat beraktifitas di Goa itu, Yoyo dikabarkan menghilang.

“Saat itu juga, warga dan unsur aparat dan pemerintah mencoba mencarinya. Tapi sayang, setelah lama dicari, Yoyo tidak juga ditemukan. Bahkan sampai sekarang,” katanya.

Yoyo sendiri, kata Nartha, dikenal masyarakat, sebagai orang yang taat beribadah. Dia juga merupakan kyai dan sering menjadi imam di masjid yang ada di lingkungan rumahnya. Hilangnya Yoyo di Goa Biuk, sampai sekarang masih menjadi misteri.

Di tempat terpisah, Ihak (59), warga RT 4 RW 2 Dusun Karangmulya, mengatakan, dua kejadian itu dinilainya sebagai sebuah peringatan bagi masyarakat. Bila dikaitkan dengan rencana pembangunan pabrik semen, dia mengaku khawatir, rencana itu justru akan memakan banyak korban.

“Memang di daerah itu terdapat banyak bahan tambang. Pertanyaannya, apakah akan diekploitasi secara besar-besaran? Saya khawatir, banyak orang akan menjadi korban,” ucapnya. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

1 Comment

Leave a Reply