Kamapadan Tuding Pj. Bupati Pangandaran ‘Apatis’

20/11/2013 0 Comments
Kamapadan Tuding Pj. Bupati Pangandaran ‘Apatis’

Logo Kabupaten Pangandaran

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Pro kontra rencana pendirian pabrik semen di wilayah Kecamatan Padaherang masih santer dibicarakan di masyarakat. Hal itu pula yang mendasari Keluarga Mahasiswa Pangandaran (Kamapadan), menggelar audiensi dan dialog dengan Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang Naffandy. 

Ketua Kamapadan, Imdad Ibnu Ghafur, Jum`at (15/11), menilai, Penjabat Bupati memang sudah bersikap kooperatif terhadap masyarakat. Hanya saja, Penjabat Bupati juga terkesan apatis.

“Seakan-akan, Penjabat Bupati membiarkan kegiatan Eksplorasi (penelitian) bahan baku semen, agar terus dilanjutkan sesuai ijin yang telah dikantonginya. Dalam hal ini, kami sangat kecewa,” ungkap Imdad.

Menurut Imdad, ijin eksplorasi tersebut dikeluarkan oleh Badan Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Ciamis. Ijin itupun dikeluarkan sebelum Pangandaran resmi berpisah.

Sedangkan pada kenyataanya, saat ini Pangandaran sudah resmi memiliki pemerintahan sendiri. Kenapa, Pemerinta Kabupaten tidak tegas menghentikan kegiatan eksplorasi tersebut, yang notabene berada di wilayah teritorial Pangandaran.

“Persoalan ini membuat resah masyarakat, mengingat ijin eksplorasi berlaku sampai tanggal 8 November 2015,” katanya.

Imdad menegaskan, Kamapadan akan terus mengawal wacana pendirian pabrik semen, sampai penolakan warga benar-benar didengar dan direalisasikan. Selain itu, dia juga meminta Pemkab Pangandaran mengedepankan aspek sosial, ekonomi dan ekologi.

“Jangan sampai masyarakat Padaherang dan Pangandaran pada umumnya, dijadikan korban dalam hal ini,” kata Imdad.

Penjabat Bupati Pangandaran, Endjang menyatakan, Pemerintah Kabupaten akan bersikap fleksibel, mengikuti apa keinginan masyarakat. “Kita juga akan memberikan kesempatan kepada Investor, karena perijinan Eksplorasi (penelitian) sudah mereka kantongi,” ungkapnya.

Diakui Endjang, merujuk surat ijin yang dikeluarkan oleh BPPT Kab Ciamis, prosesnya masih panjang bila diarahkan terhadap pendirian pabrik dan pengambilan bahan bakunya. Dia juga mengaku, akan melihat bagaimana perkembangannya nanti.

“Kalau masyarakat lebih besar menolaknya dari pada menerimanya, kita akan ikuti setelah pihak investor melakukan sosialisasi terlebih dahulu,” tutur Endjang.

Kabid Pertambangan, ESDM, dan Perhubungan Kominfo Kabupaten Pangandaran, Lingling Nugraha S, AMD, LLAJ, SIP, membenarkan, investor baru mempunyai ijin eksplorasi, yaitu konsen kepada penyelidikan umum, penelitian dan studi kelayakan.

Nanti hasilnya, kata Lingling, akan dilaporkan ke pemerintah daerah. Menurut dia, tahapan ekplorasi ini juga masih panjang. “Jadi, belum apa-apa,“ jelas Lingling.

Terkait ijin ekplorasi tersebut, lanjut Lingling, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sedang melakukan evaluasi dan pengkajian ulang, sebelum ke arah peningkatan perijinan. Investor harus mengekspos terlebih dahulu hasil eksplorasi tersebut kepada masyarakat.

“Ijin yang masih berlaku akan diteruskan. Dan kita sifatnya memantau. Tetapi kalau untuk yang baru, ijinnya akan diproses. Layak atau tidaknya, nanti akan dikaji dari AMDAL oleh para ahli,” pungkas Lingling. (Mad/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!