Kerajinan Tangan Asal Cibeureum Banjar Tembus Pasar Korea

05/11/2013 0 Comments
Kerajinan Tangan Asal Cibeureum Banjar Tembus Pasar Korea

Yayan Sutrisna, pemilik sekaligus sebagai pengrajin kerajinan tangan berbahan baku limbah kayu, bambu dan tempurung kelapa, tengah menunjukan terompet hasil karyanya. Foto: Pepep Riswanto Akbar/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kerajinan berbahan baku dari limbah kayu, bambu dan tempurung kelapa hasil karya warga Dusun Pasirnagara, Desa Cibeureum, Kec/Kota Banjar, sudah mampu menembus pasar Korea.

Saat ditemui, HR, Selasa (29/10), Yayan Sutrisna, pemilik sekaligus sebagai pengrajin, mengaku, awal mula tertarik membuat kerajinan tersebut ketika dirinya melihat banyaknya limbah kayu, bambu dan tempurung kelapa yang ada di kebun, tetapi tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Dari situ tercetus ide untuk membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah berasal dari pabrik kayu, maupun tempurung dan bambu. Kerajinan yang dibuat seperti terompet, asbak, cangklong atau pipa rokok, tas, lampu hias, gantungan kunci, gelang dan lain-lain, tergantung pesanan,” tuturnya.

Menurut Yayan, selain dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Tasikmalaya dan Bandung, kerajinan tangan berbahan baku limbah tersebut juga sudah mampu menembus pasar luar negeri, yakni ke Negara Korea. Untuk pengiriman ke Korea yaitu kerajinan berupa lampu hias dan pernak-pernik lainnya.

Sedangkan mengenai harga yang ditawarkan sangat bervariatif, mulai dari Rp.5.000 sampai Rp.2 juta. Tergantung tingkat kesulitan dalam proses pembuataannya. Namun, berkat ketekunannya, usaha Yayan pun semakin maju, seiring bertambahnya jumlah pelanggan.

“Alhamdulillah, sekarang memiliki lima orang pengrajin yang membantu usaha ini. Dalam satu hari mereka bisa mengerjakan 100 buah kerajinan. Namun, bila ada pesenan yang agak rumit, paling dalam satu hari dari lima pengrajin itu hanya bisa menghasilkan 50 buah,” tutur Yayan.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, mengatakan, bahwa memang usaha membuat kerajinan tangan dari bahan baku limbah kayu, bambu dan tempurung kelapa yang dijalani warganya sudah berlangsung lama.

“Kami sangat mendukung untuk meningkatkan produksinya, karena dalam proses pembuatannya membutuhkan keahlian khusus, serta perlu kesabaran. Kami berharap kerajinan karya warga Desa Cibeureum ini pemasarannya bisa lebih berkembang, dan lebih dikenal di luar daerah maupun mancanegara,” harap Yayan. (PRA/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply