Komisi C DPRD Kota Banjar Tinjau Kirmir Rusak

11/11/2013 0 Comments
Komisi C DPRD Kota Banjar Tinjau Kirmir Rusak

Keterangan foto : Ketua Komisi C DPRD Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, didampingi Anggota Komisi C, Asep Kusnadi, bersama dua orang staf dari Bidang PSDA Dinas PU Kota Banjar, saat meninjau kirmir yang bergeser di Jl. Raya Binangun, Pagak, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Senin (11/11). Foto: Eva Latifah-HR

Banjar, (harapanrakyat.com),- Diduga akibat adanya tekanan dari kendaraan besar yang sering melintas, kirmir sepanjang kurang lebih 15 meter yang ada di Jl. Raya Binangun, Pagak, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, bergeser ke lahan sawah di sekitar bangunan tersebut. Penyebab bergesernya bangunan kirmir juga akibat pondasinya tidak sampai pada tanah keras.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi C DPRD Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, didampingi Anggota Komisi C, Asep Kusnadi, saat meninjau ke lokasi, bersama dua orang staf dari Bidang PSDA Dinas PU Kota Banjar, Senin (11/11). Selain meninjau lokasi tersebut, mereka selanjutnya melihat ke lokasi banjir di daerah Katapang, Lingkungan Siluman Baru, Kel/Kec. Purwaharja.

“Akibat tekanan itu sehingga bangunan kirmir yang ada sedikit-sedikit tergeser. Jadi ini bukan ambrol, tapi bergeser, sehingga kemampuan daya dukung kirmir itu tidak bisa menahan beban daripada laju kendaraan yang melintasi jalan itu,” kata Sudarsono.

Untuk penanganannya, lanjut dia, memang harus secepatnya dilakukan perbaikan dengan cara dipasang bronjong agar kerusakannya tidak semakin berkelanjutan, dan membahayakan para pengguna jalan. Setelah dipasang bronjong, pihaknya akan mengupayakan di APBD 2014 untuk perbaikan sebagaimana mestinya. Dan yang harus diperbaiki panjangnya mencapai 15-25 meter. Adapun kirmir yang bergeser itu dibangun pada tahun anggaran 2005-2006.

Sementara untuk masalah banjir, lanjutnya, sebetulnya klep saluran gorong-gorong yang ada di bawah Jl. Brigjen. M. Isa itu bukan tidak jalan, namun debit air yang ada tidak sebanding dengan lubang pembuangan. Karena kalau dilihat dari sisi pembuangan tetap berjalan normal seperti biasa.

Cuma, karena debit airnya besar akibat hujan deras sehingga air hujan tertampung di kawasan lingkungan/lahan kebun dan kolam yang ada di sekitarnya. Serta banyaknya sampah-sampah yang menghambat terhadap lajunya air.

“Dengan demikian maka yang harus segera dilakukan bukan memperbaiki klepnya, tapi justru jalan harus dipotong lagi untuk membuat saluran yang lebih besar. Sehingga nantinya tidak akan menimbulkan dampak kebanjiran terhadap lingkungan setempat. Jadi penanganannya tidak ada lagi cara lain selain harus membongkar jalan membuat saluran yang lebih besar,” kata Sudarsono. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!