Kuasa dan Kekuasaan untuk Sejuta Rasa

29/11/2013 0 Comments
Kuasa dan Kekuasaan untuk Sejuta Rasa

Photo : Ilustrasi Net/Istimewa

Makan bagi mereka (rakyat), bukan untuk mengeksplor sebuah rasa di lidah. Tapi, lebih kepada rasa kenyang di perut. Mudah-mudahan, Kuasa & Kekuasaan mampu membuat mereka kenyang dengan Sejuta Rasa.

Dua kata maha dahsyat itu (Kuasa & Kekuasaan) yang sering dicari dan diperjuangkan orang saat ini, sama-sama memiliki arti untuk mampu memerintah; atau kata lain saking ampuhnya, bisa dikatakan; ucapanya adalah hukum, perbuatannya menjadi etika, dan gaya hidupnya mampu menjadi contoh kebanyakan orang.

Namun saat ini, kuasa dan kekuasaan bukanlah titah sebuah kerajaan. Berdasarkan konstitusi negara Republik Indonesia, Kuasa dan kekuasaan adalah sepenuhnya untuk kedaulatan rakyat.

Dalam pembukaan UUD 45 menyebutkan dengan tegas, “…susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat…”. Kemudian, hal itu dipertegas lagi pada pasal 1 ayat (2) berbunyi: “ kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”.

Lalu bagaimana pelaksanaan kedaulatan rakyat tersebut; sistem yang dibangun saat ini yaitu untuk eksekutif melalui pemilihan langsung kepala daerah hingga ke pemilihan Presiden secara langsung. Begitu pun dengan Legislatif, mereka dipilih melalui Pemilihan Umum yang dilakukan dalam 5 tahun sekali.

Mereka terpilih melalui partai-partai yang telah memenuhi persyaratan. Perhelatan itu akan berlangsung tahun depan, tepatnya pada 9 April 2014.

Eksekutif dan Legislatif inilah yang mempunyai kuasa dan kekuasaan, dalam menjalankan roda pemerintahan. Tapi, mampukah mereka menjalankannya berkedaulatan rakyat?.

Pasca orde baru (reformasi), keduanya dipilih rakyat secara langsung. Perhelatan keduanya pun memakan biaya yang tinggi. Untuk sebuah kedaulatannya, rakyat juga yang harus menanggung biayanya.

Teori kedaulatan rakyat sebenarnya bertujuan bahwa rakyatlah sebagai penentu kebijakan publik. Lagi-lagi, representasi rakyat adalah lembaga legislatif atau dikenal dengan Dewan Perwakilan Rakyat, mulai dari pusat hingga ke daerah.

Cukup sudah teori-teori tentang keduanya. Mari kita lihat kenyataannya seperti apa. Kepercayaan publik dalam kurun dua tahun kebelakang, ternyata mengalami distrust (turun tingkat kepercayaan) atas kinerja para wakil rakyat.

Hal itu dipicu oleh banyaknya kejadian para wakil rakyat melakuakn rasuah di negara berkedaulatan rakyat. Hanya segelintir wakil rakyat yang memiliki kemampuan dan berintegritas.

Mereka seolah datang dan pergi dalam lima tahun sekali. Peduli menjelang perhelatan Pemilu. Mencoba lagi tanpa malu, untuk meraih simpati rakyat, agar kembali meraih kuasa & kekuasaan.

Rakyat pun seolah lupa dan tersihir oleh kepiwaian mereka. Seakan sebuah cerita; “Itu dulu, sekarang lain”. Padahal, orangnya kebanyakan itu-itu juga. Akhhh, bangsa ini pemaaf atau pelupa?.

Ketika berbicara dengan kebanyakan orang akan cerita dukung mendukung disaat Pemilu 2009 lalu, ternyata mereka kebanyakan kecewa. Meski memang tak semua wakil rakyat berpredikat mengecewakan.

Akhir perbincangan di beberapa sudut kota tentang ikhwal itu, ternyata keinginan rakyat yang memiliki kedaulatan sangatlah tak setinggi langit. Mereka hanya butuh untuk mampu bertahan hidup, dan mengidamkan suasana yang mampu mengarah ketujuan lebih baik.

Kuasa & Kekuasaan mampu membuat kenyang “perut” mereka dengan sejuta rasa. Meski untuk makan mereka tak terlalu berharap mampu mengeksplor berbagai rasa nikmat dan lezat di lidah mereka. Cukup Kenyang!, tak lebih.

Tapi, apa gunanya jika kuasa dan kekuasaan hanya mampu membuat mereka kenyang tanpa rasa. Apapun tanpa rasa terasa hambar. Lalu apa yang enak dari rasa hambar tak berasa?.

Sesuatu tanpa rasa berarti, tak satu pun mampu tertanggap indra kita. Berarti, tak jelas manis atau pahit, tak jelas pedih dan nyeri, dan berarti pula tak jelas berkedaulatan rakyat atau tidak?. Silahkan tentukan pilihan anda, mau yang hambar tak berasa, atau penuh dengan sejuta rasa. (Subakti Hamara)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!