Manajemen Kampus Unigal Ciamis Kembali ‘Digoyang’

Manajemen Kampus Unigal Ciamis Kembali ‘Digoyang’

Kampus Unigal Ciamis. Foto: Dokumentasi HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Lagi-lagi, manajemen pengeloaan di Kampus Universitas Galuh (Unigal) Ciamis diguncang mahasiswa. Kali ini, mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mempersoalkan hasil pemilihan Ketua Program Studi (Prodi) PJKR, yang digelar pekan lalu.

Mahasiswa menuding pemilihan Ketua Prodi PJKR sarat terjadi kecurangan. Mereka juga meminta, pihak kampus (rektorat) meninjau kembali penyelenggaraan penjaringan Ketua Prodi PJKR.

“Saya kira, permasalahan ini timbul sejak awal penjaringan dilakukan,” ungkap Andri, Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, seusai melakukan aksi, di halaman Rektorat Universitas Galuh, Senin (25/11).

Di samping persoalan itu, Andri juga mempertanyakan soal fasilitas, sarana dan prasaran pembelajaran mahasiswa yang belum juga dilengkapi. Kemudian, ditambah dengan profesionalitas dosen yang kurang. Alhasil, gara-gara hal itu, aktifitas pembelajaran mahasiswa tidak efektif.

Pada kesempatan yang sama, Andri menilai, pantia penjaringan lalai dalam melaksanakan tugas penjaringan Ketua Prodi PJKR. Panitia dengan mudah meloloskan, pihak-pihak yang justru tidak sesuai dengan aturan yang sudah dikeluarkan pihak kampus.

”Indikasinya, adalah adanya pelanggaran terhadap Statuta Universitas, salah satunya soal profesionalitas kerja,” ujarnya.

Andri memperkirakan, Ketua Prodi (H. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd,), bersama Sekretarisnya, (Asep Rustandi, M.Pd,) yang saat ini terpilih dalam rapat senat fakultas, tidak akan mampu membagi jam kerja.

Pasalnya, kata Andri, keduanya memiliki tuntutan kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). H. Heri Yusuf sendiri merupakan Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, sedangkan Asep Rustandi, tenaga pendidik berstatus PNS di Kabupaten Ciamis.

“Saya yakin, pekerjaan sebagai PNS itu sangat menuntut waktu, begitu juga ketika menjabat sebagai Ketua Prodi di Kampus. Khawatirnya, tugas di kampus hanya dijadikan sebagai sampingan, sehingga kinerjanya tidak maksimal,” katanya.

Apalagi, lanjut Andri, beberapa tahun ini, semenjak dinahkodai H. Heri Yusuf, status Akreditasi Prodi PJKR mengalami penurunan. Penyebab lainnya, juga dikarenakan SDM Dosen yang terbatas.

Sementara itu, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKIP Unigal, Juju, menyatakan, pihaknya menerima masukan, tuntutan dari para mahasiswa, yang kemudian akan disampaikan kepada pihak Yayasan dan Rektorat.

”Pihak Fakultas dan Prodi PJKR, sudah berkomitmen akan memajukan PJKR, dengan meningkatkan kembali status akreditasi Prodi PJKR,” terangnya.

Dalam rapat senat Fakultas, yang digelar pekan lalu, H. Heri Yusuf Muslihin M.Pd, (Pjs. Ketua Prodi PJKR), terpilih sebagai Ketua Prodi PJKR, dengan perolehan 11 suara, menyisihkan pesaingnya, Nana Sutisna, yang hanya memperoleh 6 suara.

Untuk jabatan Sekretaris Prodi, Asep Rustandi,M.Pd, memperolah dukungan suara sebanyak 12 suara, mengalahkan Andang Rohendi, yang hanya memperoleh dukungan sebanyak 5 suara. (DSW/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles