Mus yang Dikenal Taat Beragama Ini Ngaku 20 Kali Setubuhi Cucunya

Mus yang Dikenal Taat Beragama Ini Ngaku 20 Kali Setubuhi Cucunya

Inilah bayi malang hasil hubungan gelap antara kakek dan cucunya. Kini bayi tak berdosa itu dirawat di rumah Heni, warga Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dikenal santun dan taat beragama di lingkungan masyarakatnya, membuat Mus (60), dipercaya menjadi Kaur Kesra di kantor Pemerintahan Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Dia pun sering menjadi mubaligh di sejumlah mesjid apabila di kampungnya digelar acara pengajian.

Ketika Mus dikabarkan telah mencabuli cucunya hingga hamil, warga Dusun Ciawitali Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, sempat tidak percaya. Maklum, keseharian sang ustad ini memiliki reputasi baik dan menjadi panutan di masyarakat setempat.

Setelah kasus ini terbongkar, tak sedikit warga setempat terperangah dan terkejut bahwa kabar yang selama ini beredar ternyata benar adanya. Menurut warga Ciawitali Desa Purwadadi yang namanya enggan ditulis, Mus di lingkungan masyarakatnya sangat disegani, bahkan tak sedikit orang yang meminta nasehatnya apabila tengah terbelit masalah.

“Tidak ada gelegat dan perilaku Pak Mus yang mencirikan bahwa dia doyan maksiat. Makanya ketika kasus ini muncul, warga pun kaget, “ ujarnya.

Ketika ditemui HR, di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Ciamis, Kamis (21/11), Mus tampak murung. Dia terus tertenduk ketika diperiksa polisi dan sesekali mengelurkan air mata. Dia pun mengaku menyesal telah berbuat cabul terhadap cucunya sendiri.

Mus mengatakan, dirinya melakukan perbuatan bejat tersebut di luar kontrol akal sehatnya. Selain itu, akibat sudah lama tidak berhubungan intim dengan istrinya, membuat dia sulit membendung hawa nafsunya. Apalagi, sang cucu Fit (14) yang merupakan cucu pertamanya, sangat akrab dengan dirinya.

Ketika anaknya menitipkan Fit di rumahnya, karena akan mengadu nasib bersama suaminya menjadi TKI di Arab Saudi, pada sekitar tahun 2010, hubungan Mus dengan cucunya semakin dekat. Karena saking dekatnya, membuat dalam hati sang kakek ini ada perasaan lain terhadap cucunya.

“Tiba-tiba kok ada perasaan lain dalam hati saya, ketika ada rasa tertarik dengan kemolekan tubuh cucu saya. Awalnya saya bercanda dengan meraba-raba tubuh Fit. Tapi lama-lama bercanda itu malah berubah menjadi nafsu,” ujarnya.

Ketika perasaan terlarang itu semakin memuncak, lanjut Mus, dirinya pun kemudian menyetubuhi cucunya hingga beberapa kali. “ Saya juga terkadang tidak mengerti, kok bisa seperti itu. Intinya saya menyesal, “ katanya dengan intonasi bicara pelan sembari terseguk menangis.

Meski Mus mengatakan bahwa saat berbuat cabul terhadap cucunya dilakukan di luar kontrol akal sehatnya, tetapi dia mengaku sudah menyetubuhi cucunya kurang lebih sebanyak 20 kali selama tiga tahun berjalan.

”Kurang lebih sekitar 20 kali saya melakukan hubungan intim dengan Fit. Ya sekitar segitu, saya lupa tepatnya, karena terlalu sering, sehingga saya tidak menghitung,” ujarnya.

Sementara itu, bayi dari hasil hubungan gelap antara kakek dan cucu ini, sekarang dirawat di rumah Heni, warga Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Heni bisa merawat bayi tak berdosa itu, setelah Fit melahirkan di kamar mandi sebuah Klinik di Pamarican, pada saat dia tengah memeriksakan kondisi kesehatannya yang saat itu tengah sakit.

Saat ditemui HR, beberapa waktu lalu, Heni  mengatakan,  dirinya bisa memungut bayi itu setelah Fit melakukan persalinan di klinik Kertahyu Pamarican. Saat itu Fit kebingungan apabila harus mengurus anak dari hasil hubungan gelap dengan kakeknya.

“Saya bukan kerabat dari Ibu bayi ini. Tapi saya orang yang iba terhadap bayi tersebut. Ketika mendapat kabar dari pegawai klinik Kertahayu terkait latarbelakang bayi ini, saya pun langsung terpanggil untuk mengurusnya. Karena bayi ini tidak berdosa,” ungkapnya.

Sedangkan Fit yang masih berumur 14 tahun, harus keluar dari sekolahnya akibat kejadian ini. Fit tercacat sebagai siswi kelas II di SMP Negeri 1 Purwadadi.

Saat dihubungi HR, beberapa waktu lalu, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Purwadadi, Suseno, mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kronologis yang dialami siswanya yang berinisial Fit. Namun, semenjak Fit dikabarkan mengandung bayi, siswi itu sudah berinisiatif mengundurkan diri dari sekolahnya.

“Malah kita belum bertemu dengan Fit, karena dia sudah lama tidak masuk sekolah. Bahkan, ketika dia menyatakan keluar dari sekolah, kami belum mengetahui permasalahan yang dialaminya,” terangnya.

Suseno menambahkan, pihaknya mengetahui bahwa Fit tengah mengandung bayi, setelah mendapat informasi dari pihak luar. “Tapi kami pun tidak merespons informasi tersebut, karena dia sudah tidak tercatat sebagai siswa kami,” katanya. (DSW/Ntang/R2/HR-Online)

Berita Terkait

Bejat! Seorang Kakek di Ciamis Hamili Cucunya Sendiri

Oknum Perangkat Desa di Ciamis yang Menghamili Cucunya Dibekuk Polisi

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles