Pembangunan Benteng SMKN 1 Ciamis Diprotes Warga Sekitar

Warga keluhkan pembangunan di SMKN 1

Pembangunan benteng yang berada di belakang SMK Negeri 1 Ciamis mendapat protes dari warga sekitar, karena menimbulkan drainase mampet dan di sekitar jalan yang dibangun benteng menjadi gelap. Foto: Heri Herdianto/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Lingkungan Tanjungmanggu, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, memprotes pembangunan benteng milik SMK Negeri 1 Ciamis yang dinilai tidak mengindahkan kenyamanan bagi warga sekitar.

Akibat pendirian benteng yang berada di belakang bangunan sekolah tersebut menimbulkan saluran drainase tersumbat dampak dari menyempitnya ukuran selokan. Kondisi itu pun diperparah menyusul tidak adanya penerangan lampu di sepanjang benteng tersebut. Karena akibat terhalang oleh bangunan benteng dan ruang kelas baru, membuat di sekitar jalan semakin gelap apabila di saat malam.

Tokoh Pemuda setempat, Nurmutaqin, mengatakan, warga sudah lama meminta  pihak sekolah agar segera memperbaiki saluran drainase dan memasang lampu penerangan jalan agar warga tidak dirugikan akibat pembangunan benteng tersebut.

“Warga di sini pernah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan meminta untuk meminimalisir dampak kerugian yang ditimbulkan dari pembangunan benteng tersebut. Setelah berkomunikasi, pihak sekolah pernah menyatakan akan mengakomodir keluhan warga,” terangnya.

Namun, lanjut Nurmutaqin, hingga saat ini belum ada upaya dari pihak sekolah untuk merealisasikan aspirasi warga. “Terus terang, kami sudah bosan dengan janji-janji dari pihak sekolah. Setiap diprotes, pasti menjawab siap merealisasikan aspirasi warga. Tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda mau diperbaiki,” ungkapnya, kepada HR, Kamis (7/11).

Dihubungi terpisah, Kepala SMK Negeri 1 Ciamis, Ika Kurniati Sardi, mengatakan, proyek pembangunan benteng sudah lama dikerjakan sebelum dirinya menjabat di sekolah tersebut. Terkait adanya janji kepada warga sekitar, dia mengaku tidak tahu menahu. Pasalnya, hal itu merupakan kebijakan kepala sekolah lama dan dia tidak mengetahui adanya kesepakatan dengan warga.

“Persoalan ada janji dari pihak sekolah yang katanya menjanjikan ganti rugi maupun apa, saya tidak tidak tahu. Karena waktu itu yang memberi janji kepada warga mungkin kepala sekolah lama,” ungkap Ika.

Ika pun mengaku pernah suatu ketika didatangi oleh pemuda di lingkungan sekitar sekolah yang meminta bantuan untuk kegiatan olahraga. Saat itu, pihaknya ikut berpartisipasi menyumpang bantuan untuk kegiatan tersebut. “Tapi saat kami memberikan bantuan kepada warga tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan benteng tersebut. Kami memberinya ikhlas sebagai bentuk partisipasi terhadap lingkungan sekitar sekolah,” ungkapnya.

Sementara soal tuntutan warga yang meminta membereskan drainase yang mampet serta penerangan lampu di sekitar benteng, Ika mengatakan pihaknya meminta waktu. Pasalnya, proyek pembangunan benteng tersebut saat ini masih berjalan dan belum seluruhnya rampung.

“Nanti saja setelah seluruh pembangunan benteng selesai dikerjakan, Insya Allah kami akan berusaha memenuhi permintaan warga,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD  Ciamis, Hendra Marcusi, menyayangkan munculnya persoalan tersebut. Dia mengatakan pihak sekolah seharusnya peka terhadap keluhan warga sekitar.

“Terlebih, setiap kegiatan yang dilaksanakan pihak sekolah, termasuk dalam pembangunan sarana dan prasarana harus mempunyai nilai edukatifnya, bukan malah jadi keluhan. Kalau kejadiannya begitu, lantas dimana nilai pendidikannya? Emang mereka mau ekslusif tidak berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” tegas Hendra. (DK/Her/R2/HR-Online)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below