Performa Tim Menurun, PSGC Ciamis Harus Puas Mendapat Satu Poin

09/11/2013 0 Comments
Performa Tim Menurun, PSGC Ciamis Harus Puas Mendapat Satu Poin

PSGC Ciamis ditahan imbang tim Bintang Jaya Asahan, dalam lanjutan babak 8 besar kompetisi Divisi I Liga Indonesia, di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (9/11) sore. Foto: Eli Suherli/HR

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

PSGC Ciamis gagal memenuhi ambisinya memetik angka penuh di laga perdana setelah ditahan imbang 1-1 oleh tim Bintang Jaya Asahan, dalam lanjutan babak 8 besar kompetisi Divisi I Liga Indonesia, di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (9/11) sore. Dengan hasil ini, tim “Laskar Galuh” harus puas berada di urutan 2 klasemen sementara Grup 17, karena pada laga sebelumnya Kwarta Deli Serdang berhasil mengalahkan Villa 2000 Jakarta dengan skor tipis 1-0.

Di babak pertama, PSGC yang didukung ribuan pendukungnya langsung berinisiatif menekan pertahanan lawan. Pada menit ke 5, melalui kerjasama apik yang dibangun anak-anak Ciamis dari sektor sayap, akhirnya membuahkan peluang manis.

Pemain sayap kanan PSGC Yana Mulyana yang melihat Budiawan tanpa pengawalan pemain belakang lawan, langsung menyodorkan bola. Tanpa basa-basi, Budiawan pun langsung melesatkan tendangan dan membuat jala gawang Bintang Jaya bergetar. Namun, gol Budiawan itu dianulir wasit M. Sholeh, karena sebelumnya dianggap sudah berdiri offside.

Setelah sempat menerapkan strategi bertahan di awal babak pertama, Bintang Jaya pun mencoba bangkit dari tekanan. Melalui umpan dari kaki ke kaki dan mengandalkan kecepatan dan permainan ngotot pemainnya, akhirnya tim dari Sumatera Utara itu mampu menciptakan peluang.

Pada menit ke 11, terjadi kemelut di depan gawang PSGC. Saat itu, bola yang diumpan dari lini tengah berhasil dikuasai striker Bintang Jaya, Aidun Sastra Utami, di dalam kotak pinalti PSGC. Diawali dengan mengecoh pemain belakang PSGC, Aidun pun langsung melesatkan tembakan dan merobek jala gawang PSGC. Kedudukan pun 1-0 untuk Bintang Jaya Asahan.

Tertinggal lebih dulu, tim “ Laskar Galuh” mencoba bangkit mengejar ketertinggalan. Serangan pun tampak lebih meningkat dibanding sebelumnya. Melalui serangan yang dibangun Yaris Riyadi dari sektor tengah, kerap digagalkan pemain belakang lawan. Bagitu pun dari sektor sayap yang dibangun Yana, lagi-lagi gagal menghasilkan gol.

Peluang PSGC didapat pada menit 38. Saat itu, gelandang PSGC Yaris Riyadi melesatkan tembakan keras di dalam kotak pinalti setelah mendapat umpan matang dari Budiawan. Namun sayang, tendangan mantan Pemain Persib Bandung itu masih membentur mistar gawang. Kedudukan 1-0 bertahan hingga jeda babak pertama.

Memasuki babak kedua, PSGC langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan serangan cepat dari sayap kanan yang dibangun Yana Mulyana, beberapa kali sempat mengancam gawang lawan. Tendangan bebas dari sektor kiri yang ditendang Abdul Basid pada menit 50 akhirnya menjawab kebuntuan.

Saat itu, Yana yang berdiri bebas di sektor kanan mendapat umpan dari tendangan bebas Abdul Basit. Hanya distop ball dengan dadanya, umpan matang dari Abdul Basit itu langsung ditendang oleh Yana ke arah gawang lawan. Gol pun tercipta dan membuat kedudukan berubah 1-1.

Setelah kedudukan imbang, pemain Bintang Jaya malah bermain semakin bertahan. Tidak mau kehilangan satu poin, praktis bola banyak dikuasai pemain PSGC. Namun, disiplinnya pemain belakang Bintang Jaya, menyulitkan pemain depan PSGC untuk menambah gol. Kedudukan imbang 1-1 pun bertahan hingga pluit babak kedua dibunyikan.

Usai pertandingan, Assisten Manager PSGC Ciamis, Aef Saefullah, mengaku kecewa dengan hasil imbang yang didapat pada laga pertama tersebut. Menurutnya, target awal yang harus menang di laga perdana agar mengamankan peluang melaju ke babak final, akhirnya tidak terwujud.

“Performa tim pada pertandingan ini tampak terjadi penurunan. Itu terlihat sekali ketika anak-anak banyak kehilangan bola. Mungkin masyarakat pun menilai bagaimana permainan cantik PSGC saat mengalahkan Bandung All Star dan Kamerun Selection pada dua laga uji coba kemarin,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Aep, tim “ Laskar Galuh” masih menyisakan dua laga berikutnya melawan Villa 2000 dan Kwarta Deli Serdang. “Kelemahan pada laga pertama ini tentunya akan dijadikan bahan evaluasi oleh tim pelatih, agar di pertandingan berikutnya tidak terjadi lagi kesalahan dan kami bisa memenangkan pertandingan, “ ungkapnya.

Meski harus puas mendapat satu poin dari hasil imbang pada laga pertama, namun Aep mengaku masih optimis tim “Laskar Galuh” mampu menjurai grup 17 dan berhasil lolos ke putaran final Divisi I LI yang akan digelar di Jakarta, bulan depan.“Jika ingin lolos ke final, kita harus memenangkan pada 2 laga berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Bintang Jaya Asahan, Imam Faisal mengaku puas dengan hasil seri yang diperoleh pada laga pertama. Dia pun mengatakan, anak-anak asuhannya sudah memperagakan permainan sesuai apa yang diintruksikan tim pelatih.

”PSGC adalah tim yang difavoritkan lolos ke babak final. Selain diuntungkan sebagai tuan rumah, juga pemain PSGC bermaterikan pemain berkualitas. Makanya, hasil imbang ini sesuai dengan target kami. Hasil imbang melawan tim tuan rumah bagi kami tentunya luar biasa, “ ujarnya.

Menurut Imam, di babak pertama dirinya menginturksikan pemainnya untuk menyerang dan memanfaatkan sekecil apapun peluang yang didapat. “ Namun, setelah unggul di babak pertama, kita balik intruksikan anak-anak untuk bertahan. Begitu juga saat babak kedua, ketika tim lawan mampu menyamakan kedudukan, kami langsung mengintruksikan agar lebih bertahan untuk mengamankan satu poin,” ungkapnya. (DSW/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply