Pola Tanam Terganggu, Petani Lakbok Ciamis Merasa Pesimis

Pola Tanam Terganggu, Petani Lakbok Ciamis Merasa Pesimis

Lakbok, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah Petani di wilayah Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis mengaku pola penanam padi pada musim tanam kali ini terganggu. Alasannya karena faktor cuaca dan proyek perbaikan saluran irigasi Lakbok Utara dan Selatan, yang saat ini tengah dikerjakan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Menurut petani, seharunya pada bulan September dan Oktober sudah mulai melakukan pengolahan tanah. Selanjutnya, persiapan penanaman padi. Tapi, faktanya dua bulan belakangan kebutuhan air untuk pengolahan tanah tidak tercukupi.

“Area pesawahan di wilayah Lakbok mengandalkan air hujan dan irigasi. Tapi sayangnya, dua bulan ini cuaca tidak mendukung. Selain itu, air irigasi juga tidak mengalir karena saluran irigasinya sedang diperbaiki,” ungkap Deni Suganda, petani asal Lakbok, Minggu (3/11).

Sedana dengan itu, Ade, petani Lakbok lainnya, mengaku khawatir, perbaikan saluran irigasi yang dikerjakan BBWS Citanduy tidak selesai hingga Bulan Desember mendatang. Meksi dia juga diakui, proyek tersebut seharusnya rampung pada awal Bulan November 2013.

“Kami (petani) sangat berharap pihak BBWS Citanduy mengawasi dengan ketat pekerjan perbaikan saluran irigasi,“ katanya.

Ade juga meminta, pihak pelaksana perbaikan irigasi segera menyelesaikan pekerjaan, supaya petani di wilayah Kecamatan Lakbok bisa melakukan penanaman padi pada awal musim tanam nanti.

“Jika pekerjaannya molor, sudah pasti pola tanam padi petani akan kembali terganggu,” katanya.

Dariu informasi yang berhasil dihimpun HR, hampir 99 persen warga Kecamatan Lakbok adalah petani.

Selain itu, Lakbok juga merupakan sentral atau lumbung padi untuk Kabupaten Ciamis dan Propinsi Jawa Barat. Maka dari itu, para petani Lakbok sanggat berharap perbaikan saluran irigasi bisa segera rampung, aagr mereka bisa mengegnjot produksi padi.

Sampai berita ini diturunkan, pihak BBWS Citanduy dan pelaksana perbaikan irigasi Lakbok utara dan selatan belum dapat dimintai keterangan pers oleh HR. (Andri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles