Seorang Bayi di Ciamis Dinyatakan Positif Terinfeksi HIV

14/11/2013 0 Comments
Seorang Bayi di Ciamis Dinyatakan Positif Terinfeksi HIV

Ilustrasi HIV/AIDS. Foto: Istimewa/net

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Seorang bayi di Kabupaten Ciamis yang baru lahir di bulan November ini dinyatakan positif terinfeksi penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus). Ditemukannya kembali penderita HIV tersebut, semakin menambah jumlah penderita HIV di Kabupaten Ciamis yang saat ini sudah mencapai 22 orang.

LSM Wisma Ciamis, yang bergerak di bidang pendampingan dan penyuluhan HIV/AIDS, mencatat bahwa jumlah penderita HIV/AIDS hingga pertengahan bulan November 2013 di 26 kecamatan di Kabupaten Ciamis mencapai 22 orang. Sedangkan penderita AIDS berjumlah 7 orang.

“Dari jumlah tersebut, diketahui sebanyak delapan orang diantaranya sudah meninggal dunia,” kata Ketua LSM Wisma Ciamis, Deni Wahyu Jayadi, dalam sebuah seminar yang melibatkan kader Posyandu, di Hotel Arinda Ciamis, Kamis (14/11).

Menurut Deni, jumlah penderita tersebut terdiri dari Pekerja Seks Komersial  sebanyak 8 orang, swasta (6), wiraswasta (2), karyawan swasta (2), waria (1), bayi (1), ibu rumah tangga (3), dan buruh (4). “Data ini tentunya cukup memprihatinkan dan perlu segera dilakukan pencegahan untuk memutus rantai penyebaran penyakit ini,” ungkapnya.

Deni juga mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyuluhan ke berbagai komunitas masyarakat, terutama memberikan pembekalan kepada kader Posyandu di seluruh Kabupaten Ciamis terkait informasi dan pencegahan penyakit HIV/AIDS ini.

“Kami berharap seluruh kader Posyandu membantu memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat di lingkungannya terkait pencegahan dan bahaya penyakit ini,” ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Deni, sudah memiliki rencana  untuk membentuk pusat informasi kesehatan masyarakat. Fungsi dari PIKM ini, yakni memberikan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit ini, sekaligus sebagai pemberi informasi kepada KPAD (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah) Kabupaten Ciamis apabila ditemukan subjek penderita HIV/AIDS.

“Perlu dipahami juga bahwa penderita HIV/AIDS bukan untuk dikucilkan, tapi yang kita perangi adalah penyakitnya, bukan penderitanya. Apabila nanti ditemukan subjek penderita, maka kami akan memberikan konseling dan tentunya identitas penderita kami rahasiakan,” katanya.

Menurut Deni, sebagai pilot project, pihaknya sudah mendirikan posko layanan informasi di 4 kecamatan di Kabupaten Ciamis, yakni di Puskesmas Ciamis, Banjarsari, Sindangkasih dan Panumbangan.

“Yang ingin kami tekankan kepada seluruh kader Posyandu, bahwa pentingnya kita menyelamatkan kematian ibu dan anak dari HIV/AIDS. Karena saat ini di Indonesia sudah banyak kasus kematian ibu dan anak akibat dari terinfeksi penyakit ini,” katanya. (Her/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!