SMKN 2 Ciamis, Pusat Pendamping Pelaksana Kurikulum

16/11/2013 0 Comments
SMKN 2 Ciamis, Pusat Pendamping Pelaksana Kurikulum

Photo : Ilustrasi

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekolah menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Ciamis, dipercaya menjadi pusat sekolah pendamping pelaksanaan kurikulum 2013. Sedikitnya, 59 guru SMK, mengikuti kegiatan pendampingan pelaksanaan kurikulum 2013, bertempat di kampus SMKN 2 Ciamis, belum lama ini.  

Ketua Pelaksana Kegiatan, Aan Hernawan, menuturkan, masing-masing sekolah mengutus guru-guru yang telah mengikuti pelatihan kurikulum 2013, yakni guru mata pelajaran Sejarah, Matematika dan Bahasa Indonesia.

“Guru pendamping sendiri dipilih melalui sejumlah tahapan. Mereka yang telah mengikuti pelatihan pendampingan, selanjutnya menjadi guru pendamping di setiap sekolah sasaran,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Aan mengatakan, strategi untuk memahami Kurikulum 2013, yaitu melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Implementasi Kurikulum 2013, bagi kepala sekolah dan pengawas. Hal yang sama juga diselenggarakan bagi para guru.

“Kegiatan pendampingan ini merupakan upaya agar implementasi kurikulum 2013 dapat dipahami oleh tenaga pendidik di sekolah menengah kejuruan,” katanya.

Lebih lanjut Aan menuturkan, untuk memelihara dan meningkatkan kesinambungan pemahaman dan implementasi kurikulum 2013 di masing-masing satuan pendidikan, diprogramkan juga kegiatan pendampingan untuk para guru dan kepala sekolah.

Program pendampingan ini dilakukan untuk memfasilitasi para guru dalam implementasi kurikulum 2013 pada satuan pendidikan,  memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modelling) dan pelatihan personal spesifik (coaching).

“Tujuan program pendampingan pelaksanaan kurikulum 2013 ini adalah untuk menjamin terlaksananya implementasi Kurikulum 2013 secara efektif dan efisien di sekolah,” paparnya.

Kepala SMK 2 Ciamis, Asep Agus, menambahkan, bahwa kurikulum 2013 ini mengedepankan kelompok (koloni) belajar siswa. Anak didik diajak untuk berdiskusi mengamati segala hal yang berkembang.

Nantinya, kata Asep Agus, akan menghasilkan insan yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Kurikulum 2013 juga mengajak sekolah dan guru belajar dengan media apapun seperti internet, facebook dan buku pelajaran lainnya.

Oleh karenanya, guru pendamping harus menguasai materi yang akan diberikan kepada guru sasaran di satuan pendidikan masing-masing. Untuk itulah, guru pendamping ini dibekali pelatihan dan pendidikan agar mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya.

Dihubungi terpisah, Guru SMK Taruna Bangsa Ciamis, Puri, yang juga mengikuti kegiatan pendampingan, mengatakan, memang kegiatan seperti ini yang harus dilakukan karena pionir kurikulum 2013 yaitu guru-gurunya.

Puri, menuturkan, kedepan yang menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan adalah pendidikan karakter bangsa untuk generasi muda. Para guru harus menjadi teladan, karena dalam kurikulum 2013 ini, guru tidak boleh marah dan harus bersikap ramah dan murah senyum.

Pembentukan karakter guru tidak cukup pengetahuan saja yang dibutuhkan, tapi juga sikap bagaimana mendidik karakter yang baik. Guru harus memiliki keterampilan dan guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. (heri/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply