Soal Kisruh Honor, Pj Bupati Pangandaran Diminta Fasilitasi Dua Peseteru

29/11/2013 0 Comments
Soal Kisruh Honor, Pj Bupati Pangandaran Diminta Fasilitasi Dua Peseteru

Para seniman Pangandaran saat menggelar Nga Men di Kantor Pj Bupati. Photo : Syamsul Maarif/HR

Parigi, (harapanrakyat.com),-

Kisruh yang terjadi antara para seniman dan panitia Milangkala Kabupaten Pangandaran, mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, dari Fraksi Golkar, H. E. Kusnadi.

Kepada HR, Kusnadi belum lama ini, menuturkan, tidak seharusnya persoalan yang melibatkan para seniman Pangandaran terjadi berkepanjangan. Bila dibiarkan, ini akan menjadi sebuah catatan buruk bagi pemerintah.

“Seharusnya ini jangan sampai terjadi. Salah satu langkahnya adalah Pj Bupati memanggil Ketua Panitia Kegiatan dan meminta klarifikasi,” kata Kusnadi, saat menghadiri acara “Nga-Men” yang dilakukan seniman di  kantor Pj Bupati, beberapa hari yang lalu.

Menurut Kusnadi, persoalan ini memang permasalahan sederhana, akan tetapi menyangkut permasalahan perut manusia yang tidak bisa dikompromi. Para seniman sudah melaksanakan kewajibannya,  wajar bila mereka menuntut hak.

“saya kira mending mereka melakukan aksi “Nga-Men” di kantor Pj Bupati. Bagaimana kalau saja mereka NgaMen di tempat umum. Kan yang tercoreng nama baik panitia dan pemerintah Pangandaran juga,” jelas Kusnadi.

Untuk menjaga nama baik Pangandaran, Kusnadi meminta Pj Bupati memfasilitasi kedua belah pihak (seniman dan panitia) untuk bertemu. Kemudian, memperjelas titik persoalan untuk memperoleh solusi.

Tapi, diakui Kusnadi, yang akhirnya membuat rumit adalah acara milangkala Kabupaten Pangandaran ternyata ada dua kepanitiaan. “Seyogyanya kepanitiaannya hanya satu. Kok ini ada dua,” ujarnya.

Sementara itu, Kordinator Seniman Pangandaran, Didin Jentreng, mengatakan aksi “Nga-Men” yang diselenggarakan pihaknya itu, merupakan langkah untuk melihat sejauhmana kepedulian panitia dan pemerintah terhadap para seniman.

“Saya merasa prihatin, sebab caleg yang diundang banyak, tapi yang hadir hanya dua orang. Padahal ketika diundang, semuanya menyatakan siap hadir, dan berjanji akan membantu alakadarnya untuk mengganti ongkos nayaga (seniman),” kata Didin.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kegiatan Milangkala Munggaran Kabupaten Pangandaran, Safrudin Halif Nurdin, menyebutkan, permasalahan yang terjadi antara panitia dengan seniman sudah mendapat titik terang.

“Sudah ada titik terang setelah saya berbicara dengan Kang Didin melalui telepon seluler. Saya mengira ada kesalahfahaman antara seniman dengan panitia soal mekanisme pembayaran. Dan itu semua sudah beres, tinggal beberapa rupiah lagi yang sekarang masih ditunggu pencairannya di Bank,” kata Safrudin. (Syam/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply