Wah! Di Ciamis, Ponpes Thoriqat Naqsabandiyah Dirusak Warga

30/11/2013 5 Comments
Wah! Di Ciamis, Ponpes Thoriqat Naqsabandiyah Dirusak Warga

Jendela Kaca Bangunan Pondok Kasepuhan Thoriqat Naqsabandiyah Kholidiyah hancur, lantaran dirusak warga. Photo : Entang SR/HR 

Cikoneng, (harapanrakyat.com),-

Sebuah tempat peribadatan umat muslim (mushola), dan pertokoan milik Pondok Kasepuhan Thoriqot Naqsabandiyah Kholidiyah, yang berada di kaki Gunung Syawal, tepatnya di Dusun Sarop, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dirusak puluhan warga setempat.

Pengrusakan bangunan tersebut, diduga dipicu kurangnya sosialisasi dari pihak pondok kasepuhan terhadap warga. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan Muspika Cikoneng masih terus melakukan negosiasi perdamaian diantara kedua belah pihak.

Menurut keterangan yang diperoleh HR, aksi pengrusakan tersebut merupakan puncak dari kekesalan warga. Menurut warga, setelah 14 tahun lamanya, pondok kasepuhan yang dipimpin Abah Irfai Nahrowi, tidak menunjukkan itikad baik, bahkan tidak melakukan sosialisasi dengan warga sekitar.

Utang Tarsono, Tokoh Masyarakat setempat, Sabtu (30/11), mengatakan, hubungan kedua belah pihak selama ini tidak harmonis. Warga kerap menuntut agar pihak pondok kasepuhan bisa berbaur dengan warga. Namun karena tak pernah digubris, akhirnya warga berunjukrasa, mendesak agar Pondok Thoriqot Nasqabandiyah Kholidiyah, segera angkat kaki dari Desa Darmacaang.

Lantaran kesal keinginan warga tida ditanggapi pihak Pondok tersebut, akhirnya puluhan warga Darmacaang berbuat anarkis, melempari tempat ibadah milik pondok dengan batu. Tak hanya itu, warga pun langsung merusak bangunan pertokoan milik pondok.

Sementara itu, pengurus Pondok Kasepuhan yang juga dikenal pondok Atas Angin, Ayatullah Atabik Janka, mengakui, jika hubungan pihak pondok dengan masyarakat setempat kurang harmonis. Namun pihaknya menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak yang berwajib.

Hingga saat berita ini diturunkan, suasana di lokasi masih mencekam. Satuan Dalmas Polres Ciamis masih bersiaga di lokasi. Sementara itu, Polres Ciamis dan Muspika masih berupaya melakukan negosiasi perdamaian dengan kedua belah pihak. (Entang/R4/HR-Online)

About author

Related articles

5 Comments

  1. putri haiatul maknunah November 30, at 22:48

    Anarkis itu tdak menyelesaikan msalah,hnya mempekeruh suasana. bkan islam itu rohmatan lilalamin?

    Reply
  2. saktique December 01, at 18:38

    Memang seharusnya sesama umat isLam bisa hidup salling berdampingan, ingat bahwa amarah dapat membutakan mata hati kl hati sudah buta maka sifat syaitoniyah yg muncul dan inilah yg terjadi masa sesama muslim harus saling bunuh dg saudara sendiri ingat jg bahwa musuh kt adalah orang kafir. Bagaimana islam mau besar? Sebaiknya duduk bersamaa saling instropeksi, saling mengerti, saling maaf, tollong tempat ibadah bukan musuh kita walaupun kt membenci orangnya, ayo kita besarkan islam

    Reply
  3. wjogja December 03, at 07:13

    Menyerang pesantren dan musholla dalam keadaan mabuk dan berterriak takbir... Allahuakbar! Duh!

    Reply
  4. sirr December 03, at 07:17

    Pelakunya preman. Warga hanya diprovokasi dicekoki miras. Fitnah aliran sesat ditebarkan ke pp lain. Untung pp lain konfirm ke atas angin. Ada dalangnya!

    Reply

Leave a Reply