8 Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami Dipasang di Pangandaran

14/12/2013 0 Comments
8 Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami Dipasang di Pangandaran

Foto: Ilustrasi/Istimewa Net

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

8 unit Early Warning Sistem (EWS) atau alat pendeteksi dini bencana gempa dan tsunami akan dipasang di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk daerah pesisir pantai yang rawan gangguan bencana.

Ketua Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB), Kabupaten Pangandaran, Dadang Gunawan SIp, MSi, MBA, mengatakan, alat tersebut akan dipasang di beberapa titik di sepanjang pesisir pantai selatan Pangandaran. “Dengan adanya alat ini, diharapkan dapat membantu kesiagaan masyarakat sebelum terjadinya bencana gempa atau tsunami,” ujar Dadang, Kamis (12/12).

Menurut Dadang, bantuan alat tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat yang difasilitasi kabupaten induk (Ciamis) untuk dipasang di Kabupaten Pangandaran. “Saat ini kami sudah memiliki tiga EWS yang dua diantaranya dipasang  di obyek wisata pantai Pangandaran dan satu lagi di pantai Batu Karas Kecamatan Cijulang,” ujarnya.

Namun, untuk ketiga EWS yang sudah terpasang, kata Dadang, masih dipandu oleh Kabupaten Ciamis, karena Kabupaten Pangandaran belum terbentuk BPBD sendiri.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kesbangpolimas dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, Drs Undang Sohbarudin, mengatakan, untuk pemasangan EWS ini masih dalam kewenangan dan tanggungjawab BPBD Kabupaten Ciamis. Karena ajuan awal bantuan ini diusulkan oleh Kabupaten Ciamis.

Sedangkan 8 Unit alat EWS ini, terang Undang, akan dipasang sebanyak 2 unit di Kecamatan Cimerak, yakni di kampung Jawa Desa Legokjawa dan Dusun Madasari Desa Masawah. Kemudian 2 unit lagi akan dipasang di Kecamatan Pangandaran, yakni di KUD Minasari pantai timur dan di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.

Di obyek wisata pantai Batu Karas Kecamatan Cijulang akan dipasang satu unit. Sementara dua unit akan dipasang di Kecamatan Parigi, yakni di pantai Batuhiu dan Bojongsalawe. Dan satu lagi akan dipasang di pantai Kerapyak Kecamatan Kalipucang.

Menurut Undang, alat EWS tersebut sudah otomatis. Jadi apabila akan terjadi gempa atau tsunami, alat ini akan bunyi dengan sendirinya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya yang berada di pesisir pantai.

“Kalau yang tiga alat EWS yang sudah terpasang sejak pasca gempa tsunami tahun 2006, saya belum mengetahui cara kerjanya. Karena itu masih kewenangan dan tanggungjawab Kabupaten Ciamis,” ujar Undang. (Ntang/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!